"canda" poems
***Jika kau tanya siapa aku
Bagaimana harus kujawab?***
*Tiada hari tanpa kukenakan kedok tebal ini
Menebar senyum, canda, berpesta
Aku meraung sambil tertawa
Riasan mata dan bibir dengan berbagai opsi warna
Jangan! Jangan terlalu pucat juga jangan terlalu mencolok
Nanti orang tidak senang
Kau kan harus memuaskan setiap mata
Jangan lupa pasang tameng itu tanggal demi tanggal
Jika tak lalai kalungkan secercah pamor dan aga
Bagaimana jika terlalu pucat?
Ah ya orang tidak suka
Cakap nista kan menghardik
Memekik
Menghamun
Siapa monyet abu kucam menjijikkan didepanku?
Namun jika terlalu mencolok
Jua hinaan berkunjung ada
Biar ku beritahu
Mereka tak suka kau lebih darinya
Aku benci dunia
Aku berantakan
Kecurian
Namaku hilang dimakan cacian
Bagaikan karang tertutup berjebah rumput lautan
Aku mahkota yang hilang
Ah! Omong kosong semua!
Enyah kau kepala cemar
Umbi harus kembali didekat akar
Aku berkenan rujuk atas jasadku
Biar aku melalak tinggal abu
Aku enggan gemang
Aku punya Sembilan nyawa
Jika kau tanya siapa aku
Aku namaku
Jangan berani-berani hina nama itu!
Marcapada boleh berlimpah belang dan muka dua
Aku jijik serupa dengan dunia*
May 11, 2016
May 11, 2016 at 8:54 AM UTC
Ku terlelap seperti lalu lintas jakarta, berjalan dan berhenti, dari padat menjadi kosong. Yang tak tahu pergi kemana. Gambar-gambar yang lewat begitu saja seperti cepatnya kereta. Lampu-lampu jalan yang menerangi aspal hitam. penjual-penjual yang menjual minuman di lampu merah. Pengamen yang bermimpi membuat kemacetan menjadi hal musikal. Keringat-keringat dibalik helm dan jaket kulit. Tawa-canda dibaluti pendingin didalam mobil. Bis-bis kota dengan kepenuhan penumpang. Orang-orang yang mengumpat jika kau dengar dengan seksama, umpatan mereka begitu indah, tak ada seorangpun di bagian dunia lain mampu menirunya. para pedestrian yang semakin tergeser eksistensinya karena tak ada lagi ruang bagi mereka. Stasiun-stasiun yang nampak menakjubkan ketika sepi. Spanduk-spanduk keagamaan yang dipasang sembarangan sama layaknya dengan iklan-iklan yang berteriak ke telingamu tiap radius 10 meter. aku terlelap bagaikan lalu lintas jakarta. Aku tak tahu kemana.
Nov 17, 2013
Nov 17, 2013 at 1:55 AM UTC
G-D bless the united Sates
of AMERICA
and ALLEH BLESS CANDA
SOCIALIST COMMNIST PIGS
some pagan satan ravens
kissing each others of the same ***
hot on the ***** mouth, crushing
each others black-winged desires
into diamonds of
hard lust
they wear as inverted
wedding rings
kiss this cross !! burn everyone,
womin and childrin first !!
THE KKKANADiENS ARE HERE
Dec 26, 2011
Dec 26, 2011 at 10:53 PM UTC
Mata itu membiru duka lama yang menderu
Badai dan lindu mengantar jasad tubuhku
Terbilang sudah berapa kali kau dan aku berjanji
Diantara pagi haru dan sedikit isak tangis merdu
Aku suka kala kau menangisi canda tawa
terbawa pula hawa panas diantara kata berlalu
Rapat-rapat tak ada dalam bisik-bisik mayat
Sedepak dari liang lahat berpijak,
jemari kaki peti-peti mati digusur pergi
Lelah lelaki itu bertelingkah
Membuang gelas yang telah dituang
Meracau melampau dari batas kewarasan
Disana dia merumput maut, meraut ribut
Pergi pulang membaur diantar lalu lalang kabut
Nov 16, 2016
Nov 16, 2016 at 12:39 PM UTC
Dia ingin bermain kata-kata ternyata.
Sampah!
Mari kita permainkan dia bersama kata-kata! Akankah takut siapa yang tahu jika tidak pernah kita coba!
Kita perlu membencinya!
Membenci kebohongan busuk akal manusia.
Mari kita bermain kata-kata!
Siapa yang takut jika ia sering di cerca oleh pertanyaan mengapa!
Baiklah, bunyinya seperti ini.
Kau busuk akal rupa juga canda tawa tidak pernah ada artinya.
Kalimat yang kau lontarkan tidak pernah bermakna lantas apa arti jika harus hidup tak bisa bebas dan merdeka!
Bebas dan merdeka hanya kata-kata, tindakan ada setelahnya, apa yang kau perbuat setelah bermain lantas kau bereskan semua permainan yang ada!
Kau dalang permainan yang sejak awal kau ingin menang di dalamnya!
Masih ingin bermain?
Masih ingin bermain atau kau tak punya lawan main?
Seperti apa kata-kata kita cipta seperti apa kau punya wewenang kuasa!
Lupa cara, buta aturan semua kau yang pegang!
Itu ujaran kebencian katanya!
Feb 11, 2021
Feb 11, 2021 at 4:33 AM UTC
REVA
Your smile still clearly remember,
always appear as if nothing had gone from me.
Takan easily I could forget everything that happened ...
Between you and me, between the two of us.
Now there was no news from you,
Now you've gone away from me.
All living story between you and me.
When a time when we are still wearing gray skirt.
Sitting on the front row.
Absent when school hours.
Waiting in front of the women's restroom,
Laughing and sharing stories together ..
Canda that you provided at that time,
Leave me a false sense ..
Really ... I miss you ...
Until it hurt.
Oct 31, 2014
Oct 31, 2014 at 11:52 PM UTC
Trick or treating in tokyo
Better watch out for
Them yakuzas
As you enjoy collecting Canda
And go for a relaxing
Walk in the night.
Aug 28, 2019
Aug 28, 2019 at 1:03 PM UTC
Jalan itu, jalan yang kita lewati bersama
Bercerita dan menikmati waktu yang ada
Menikmati waktu dengan canda dan tawa
Munafik jika hati ini tidak senang dibuatnya
Masih jelas di ingatan
Dia yang paling ku nantikan
Namun itu semua khayalan
Khayalan ku tentang kita yang berada di satu jalan
Feb 18, 2021
Feb 18, 2021 at 9:42 PM UTC