Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"cahayanya" poems
Palembang, 14 Desember 2013 siapakah aku? yang bercahaya dikala senja tiba berlari mengepakkan kedua tangan, mencoba menggenggam udara mengijinkan peluh muncul membasahi seluruh tubuhku hingga mentari tepat di atas kepala aku berdoa, tuk menjadi cahaya bintang saat malam tiba siapakah aku? yang terus berlari kencang menapaki kerikil tajam tak peduli walau menembus hujan melawan badai ketika mentari sudah malu menampakkan cahayanya aku berdoa meminta, jikalau cahaya bintangku redup, mentari senantiasa menggantikan di pagi berikutnya siapakah aku? yang kehilangan cahaya senja berjalan menunduk, kecewa meski mentari bersinar seperti yang ku harapkan aku masih kan meminta cahayaku dikembalikan tak ingin membuka mata jika pagi berwajah gelap siapakah aku? yang tak lagi bersinar di langit malam tak lagi menjadi bintang kehilangan sinar senja tak lagi bebas berlari di bawah mentari tak lagi bernyawa siapakah aku?
0
Dec 14, 2013
Dec 14, 2013 at 8:01 PM UTC
Siapakah Aku?
Jakarta, 29 April 2008 Ku langkahkan kaki ku Naik sesuatu yang akan membawa ku Roda berputar mengelilingi kota Yang panjang berkelok-kelok Di tengah jalan ku lihat dia Dengan lekuk senyum penuh sinar Sesaat saja aku melihatnya Aku pun berlalu lanjutkan perjalanan Roda berhenti, aku keluar Menghirup udara luar Kerlipan cahaya hiasi malam Langkahku mulai dekati pintu Aku keluar dengan perut kenyang Masuk kembali dan bawa ku pulang Di tengah jalan ku antusias Mencari dia lagi yang indah Tapi, tak terlihat senyum cahayanya Aku berlalu jauh dari dia Hatiku sedih tak memandangnya Aku pun pulang diantar roda
0
Oct 16, 2011
Oct 16, 2011 at 9:56 AM UTC
Senyum Cahaya
Dibawah hujan kamu berdiri memandangi cahaya langit yang mulai berjatuhan memudar harapan dan kenangan mulai hilang ditelan waktu yg tidak pernah berakhir tangisanmu terefleksi diatas genangan dengan kilauan dan tertiup angin mereka semua yang memiliki keterbatasan mempunyai hati seperti bintang-bintang sangat luas dan dalam setiap cahayanya memiliki cerita ketika hatimu memiliki keraguan kamu memandangi langit mengharapkan sebuah keajaiban dan melemparkan pertanyaan : "jika setiap hal akan memudar, apakah kita harus menyimpan semua itu sebagai kenangan?" "jika satu keajaiban terjadi, apakah kita bisa memilikinya selamanya?" "waktu memang harus berjalan, tapi apakah kita sedang berada di jalan yg memiliki arti?"
0
Mar 9, 2020
Mar 9, 2020 at 9:32 AM UTC
Harapan, Kenangan...