Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"bilamana" poems
O, malam yang suci Sayang, kau mau kecap itu? Kecaplah sunyi malam di ujung lidahmu, julurkan sepanjang tangan Bilamana gelap telah menghujani hari, teguklah dingin dalam gua mulutmu O sayang, kau mau dengar itu? Sendengkan telingamu, dengarkan sekali lagi Dengarkan ketika gelap dan terang tengah melenguh Harmoni saat daun dan ranting mencumbu satu sama lain O, sayang, kau mau merasakan itu? Sentuhlah bibir bulan itu, kau bisa merasakan dia tengah bernyanyi Bibirnya mengatup dan membuka, mendaraskan kidung yang seketika senja O, sayang, kau mau melihat itu? Buka matamu, lihat mereka saling bergesekan, menaut dan berkelindan Tak ubahnya sepasang kekasih yang tengah bersanggama
0
Sep 28, 2016
Sep 28, 2016 at 3:36 PM UTC
DESIR
~a letter for you Kita, Dari daerah melangsir ke kota Dari kota berbalik ke daerah Dan takkan dapat lagi ke kota Lain sebab apa, lain sebab kenapa Kendatipun impresi memberontak kita Kota, Kita ingat tentang kota Kota takkan ingat kita Sebab kita tak miliki tahta Lain sebab apa, lain sebab kenapa Apa daya reminisensi meronta Kota, Kita ingat tentang kota Kawanan sutet di kota kita Menari menawan menara kota Dekorasi dari kita, gradasi ufuk dunia Persuasi para penguasa kota Prasasti Suwarnadwipa, pula Visualisasi ragam abiotik Tuhan Yang Esa Kota, Kita ingat tentang kota Hamparan ladang pabrik di kota Riasan pipa asap terus-menerus menyala, gradasi ufuk dunia Luas menggugah animo di daerah Meski honorarium tak seberapa Kita duga cukup tuk besar di kota Manalagi di daerah Kita, Telah lama tak singgah pada kota Lain sebab apa, lain sebab kenapa Kota kita indah katanya Kota, bilamana kita berjumpa pula? Kita takkan abaikan memori tentang kota Lain sebab apa, lain sebab kenapa Kota kita indah katanya Kota, bilamana kita berjumpa pula? Dari pengagummu di daerah Tuk segenap kenangan kota yang hampa.
0
May 14, 2020
May 14, 2020 at 10:40 AM UTC
KOTA KITA