Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"bibirmu" poems
Kemarin aku mengajakmu melihat senja. Katanya kamu suka warnanya merah jambu bercampur oranye seperti jeruk mandarin kesukaan ibu. Kamu selalu ceriwis membahas senja ini dan itu. “Jangan lupa kopi dan puisi! Kita harus merayakan isi bumi.” Celotehmu. “Kamu mau kan melihat senja bersamaku?” Kemarin aku mengajakmu melihat senja. Telah kupersiapkan sekian lama. Aku rakit sendiri senjaku dengan kopi manis dan puisi cinta yang kau sebut - sebut itu. Aku merangkai pelan-pelan sambil menghayal bola mata emas yang berbentuk kenari kesukaanku dan lengkung pelangi bibirmu. Cukup lama buatnya, tapi senjaku sangat cantik. Dan sedikit rapuh. Aku harap kamu senang. Kemarin aku mengajakmu melihat senja. Tapi kau pergi ke laut dan menjelajahi waktu. Terhanyut malam. Aku tidak ada di sana. Kamu menolak senjaku. Katamu ada senja yang lebih bagus. — Senja, senja, senja. Muak dengan puisi senja. Aku bukan anak indie regional, aku pendengar Ed Sheeran, top 50 ,Danilla Riyadi dan Sapardi ! Aku ya begini begini begini!
0
May 15, 2019
May 15, 2019 at 3:13 PM UTC
Bukan Puisi Senja
Palembang, 26 Juni 2012 Sayang, aku akan menjadi matamu ketika kamu tak mampu melihat Sayang, aku akan menjadi telingamu ketika kamu tak mampu mendengar Sayang, aku akan menjadi hidungmu ketika kamu tak mampu mencium Sayang, aku akan menjadi bibirmu ketika kamu tak mampu bicara Sayang, aku akan menjadi jarimu ketika kamu tak mampu menyentuh Sayang, aku akan menjadi kakimu ketika kamu tak mampu melangkah Sayang, ambil jantungku ketika punyamu tak mampu memompa Sayang, aku ingin berbagi nafas ketika kamu tak mampu Sayang, aku akan berbagi tempat dengan mu di sampingku ketika tak satupun menginginkanmu
0
Jul 6, 2012
Jul 6, 2012 at 9:04 PM UTC
Aku Akan Manjadi
ada bulir-bulir hujan yang lesap di kedua pipimu ada mendung yang masih menggantung di kedua bola matamu tapi, sangsikah kau akan lengkung pelangi yang akan kupasangkan di bibirmu?
0
Mar 31, 2012
Mar 31, 2012 at 12:32 AM UTC
Hujan
Dengarkan ketika kau merasa takut, akan semua ketulian, Gosip dan kata-kata tak bermakna, Semua berita peperangan Maupun musik tanpa nada. Telingamu seharusnya takut. Lihatlah ketika kau merasa takut, akan semua kebutaan, Kebajikan yang munafik, Imajinasi yang berlebihan Terlebih jika kau tampik Matamu selayaknya takut. Ucapkan ketika kau merasa takut, akan semua puisi dan syair, Mantra yang mereka panjatkan, pada setan dimana mereka lahir Semua bisu yang kau nyanyikan Bibirmu seharusnya takut. Cintai ketika kau merasa takut akan semua iba dan nestapa, Mabuk dengan segelas kasih, Mereka yang bertelanjang jiwa Sehingga matipun tertatih Hatimu selayaknya takut Pikirlah ketika kau merasa takut akan semua yang dungu, dimana nuklir-nuklir itu mereka sesap, dan kebijaksanaan para ***** dituju Ketika para pendeta tergagap. Otakmu seharusnya takut Rasalah ketika kau merasa takut akan semuanya yang berbentuk, menyerupakan tawa dengan doa, Yang menyayat hiruk pikuk Derap dan tangis yang fana Dirimu selayaknya takut Maka biarkan aku berani Karena kau hidup, dan aku tak punya diri.
0
May 7, 2016
May 7, 2016 at 2:26 PM UTC
Takut
sekiranya kau dapati dirimu cemaskan diriku maka tunggulah aku pulang.. dalam pelukmu, dalam relungmu, aku kan datang kembali padamu obati aku, rinduku, dengan hangat kehadiranmu yang tak kunjung henti kunanti jemputlah aku sebelum hilang rasa madu dari bibirmu..
0
Feb 2, 2022
Feb 2, 2022 at 11:01 AM UTC
rasa madu (sebelum hilang)
Dirimu menawan meski dalam gelap Tubuhmu pilu Bibirmu sendu Matamu sembilu Kau berdiri membeku Diruang gelap bernama kenangan Meninggalkan kekasih yang terlupakan Hingga yang terlupakan merasa luka Kini luka melawan waktu Memakan rindu yang kelabu Dan kekasih, Kita tak akan seperti dulu Kini aku telah menutup pintu Tak bisa kau sentuh
0
Nov 8, 2017
Nov 8, 2017 at 10:55 PM UTC
Perihal Kekasih
ada yang lain di bibirmu yang mekar ketika melihat sesuatu yang indah bukan— bukan kita. ada yang lain di matamu yang memanja nyawa-nyawa lainnya seperti melihat kenyataan yang cantik sekali bukan— bukan kita. ada yang lain dari langkahmu yang luar biasa kuatnya seperti anak umur 5 tahun yang mengejar lenglayangan di ujung lapang—gembira. ada yang lain dariku kosong sekali linu nya masih ada namun ada yang tak kunjung kembali kita yang katamu sungguh berantakan.
0
Jun 18, 2020
Jun 18, 2020 at 11:53 AM UTC
Yang Katamu Sungguh Berantakan.
Pilu dibalik rindu kembali menggebu, Hujan di bumi sama derasnya. Kukira aku melupakanmu, Ternyata hati ini kembali keliru. Hati mana yang tidak berdetak, Melihat dua pasang mata seindah samudra? Ucapan membisukan dari bibirmu, Sayang, rindumu mengusikku. Kacau, Hati ini. Sudah berapa kali disakiti? Malam dan Siang berganti, Lekaslah kau pergi. Pilu dibalik rindu kembali menggebu, Rintik hujan di bumi sama derasnya. 365 hari berlalu, Sudahkah kau merindu?
0
Dec 18, 2019
Dec 18, 2019 at 9:57 AM UTC
Sudahkah kau merindu?
Bisakah kau lihat warna-warni hujan Seperti kau melihat warna dalam suara Bisikkan padaku warna langit Karena langitku selalu hijau abu-abu Bisakah kau melihat wajahku Seperti aku bisa merasakan hela nafasmu Bisikkan padaku warna dunia Saat bibirmu menemukan tempatnya Karena kau menyuruhku memejamkan mata Bisakah kau melihat warna debu Dari setiap omong kosong yang kau bakar Bisikkan padaku warna hatimu Karena milikku sewarna bara arang Bisakah kau melihat warna malam Tirai megah pentas hidupku Kali ini biar kubisikkan padamu Warna yang lebih gelap dari hitam
0
Dec 17, 2017
Dec 17, 2017 at 4:48 AM UTC
Lebih Dari Hitam
Jikalau bisa Aku ingin menuliskan untukmu sebuah puisi cinta Tiap baitnya kupetik dari bunga-bunga layu sebelum mekar Tiap sajaknya sendu layaknya angsana musim gugur Dan kaupun akan bertanya "cinta apakah ini begitu menyiksa?" Tanyakan pada nyanyian malam Yang dilantunkan angin membelai rambutmu Yang melukis garis wajahmu selembut sinar rembulan Yang mangecap dingin kening dan bibirmu Tanyakan pada rintik hujan Yang menemanimu melewati sore Yang mengajarimu melupakan malam Yang membawakanmu aroma hangat padang seberang, degup berdebar dari sela-sela ilalang. Rayulah bulan dan bawalah pulang Renggutlah cahaya terakhir milik sang malam Sembunyikan untaian puisinya yang sepekat hatimu, Rangkaian kisahnya yang sehitam langitmu Namun malam tak perlu bulan Ketika seribu lilin berpendar sendu Samar melampiaskan jingga Menyala atas bara apimu
0
Jul 7, 2018
Jul 7, 2018 at 2:09 AM UTC
Kau Memilih Hujan
Dalam ke-tiga ratus empat puluh empat meter per detik kecepatan suara, ternyata tak ada bibirmu didalamnya. Sebab kabar tak lebih cepat dari suara, dan tak lebih lambat dari jatuh cinta. Apakah mungkin, suara dapat merasuk lebih cepat jika dia merangkak di dalam air mata? Mungkin juga sebaiknya kita perhatikan bagaimana suara merambat melalui dua puluh satu derajat selsius suhu udara, menjadi sebuah rangkaian gelombang kata-kata yang melambat dan merangkai dengan sendirinya. Apakah mungkin getaran suara dapat lebih cepat, jika kulitku tidak menjadi sehangat ini? Jika kamu bukan getaran suara, lantas mengapa sepersekian detik nama mu bergaung dalam kenangan?
0
Jun 15, 2017
Jun 15, 2017 at 2:31 PM UTC
Kecepatan Suara
Bukankah kita terlihat begitu jauh? sementara jarak sudah melipat dirinya begitu lekat, supaya Kau dan Aku melupakan bahwa semuanya pernah terjadi dan sudah selesai. Apa yang diinginkan kata dari Kita berdua? sepertinya mereka ingin Kau mengeja namaku yang sama sekali sulit diucapkan lidahmu, katamu lidah itu kelu dan kaku. Kau bohong. Pernahkah Kau menenggelamkan diri dalam bayangan yang terpantul dari cermin? seakan mataku mengambang di sana dan senyumku persis terpahat di bibirmu. Jawabannya Aku tahu dan Kau juga tahu.
0
Mar 7, 2021
Mar 7, 2021 at 7:23 AM UTC
Jawaban
lembut mengecup kasar mengucap
0
Apr 3, 2020
Apr 3, 2020 at 3:32 AM UTC
bibirmu ;