Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"bersatu" poems
Jakarta, Senin 14 Mei 2007 Seorang pria diciptaka hanya untuk seorang wanita Seorang wanita diciptakan hanya untuk pria Ketika mereka bertemu satu sama lain Akan tumbuh benih-benih cinta Mereka pun tak akan terpisahkan Cinta sejati tumbuh dalam cinta mereka Ketika badai cinta mengancam Mereka terpental jauh dengan terpisah Dengan kekuatan Cinta Sejati Mereka pun bersatu kembali Sambil berkata: Cinta Sejati
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 9:47 AM UTC
Cinta Sejati
ketika berjalan di atas rumput waktu seakan melambat seakan aku melangkah terseok seakan bumi berusaha menelan kakiku kubiarkan tubuhku terjatuh sementara mataku memanah langit menunggu alam menjamahku menggerogoti nadiku tulang sumsumku nyawaku biarlah darahku menjadi nutrisi bagi tanah mungkin dagingku bergizi bagi hewan liar sementara tubuhku membusuk bersatu dengan hara tunas-tunas mungil muncul dari dalam dan bunga-bungaan bermekaran di antara tulang rusukku
0
May 7, 2014
May 7, 2014 at 9:03 AM UTC
untitled
Palembang, 9 Juni 2012 Kau kira aku ini apa? Seenaknya menampar bayanganku Mengoceh seakan aku tak pantas Kau pikir aku ini siapa? Manusia konyol yang sama sepertimu? Bukan, aku ini hanya fans mu Kau pikir aku seperti apa? Seenaknya membaca pikiranku Menulis kata yang kau kira tak bisa ku baca Kau ini abstrak! Berwujud tapi tak nyata Ku mengenalmu bukan di dunia nyata Kau bilang apa? Ini hanya mimpi? Tapi kau benar-benar ada Hanya saja tak ada di sini Aku ini apa? Mencintaimu saja aku tak boleh Tak berharap apapun tak boleh Aku ini aku Kamu itu kamu Kita tak mungkin bersatu Aku ini aku Aku bukan kamu Aku akan melupakanmu
0
Jun 9, 2012
Jun 9, 2012 at 12:27 PM UTC
Kau Ini Abstrak
Selamat pagi Aku kira hari ini berbeda Aku kira hari ini kita berdua Akan kembali Bersatu lagi Tapi venus pergi Meninggalkan hampa Dan secerca air mata Kamu berkata ingin berhenti Untuk sementara Selamat pagi Mungkin tadi hanya mimpi Tentu saja tidak Semuanya asli Semuanya benar terjadi Seperti ombak yang memecah karang Rusak dan terhanyut Ke dasar laut Aku tenggelam terdiam Dan engkau berlari pergi Selamat malam Cukup sudah Aku tidak ingin hariku lagi Selamat malam Bangunkan aku Bila kamu tlah kembali
0
Oct 8, 2016
Oct 8, 2016 at 12:16 AM UTC
Selamat Pagi Selamat Malam
Terkadang bukan fisik yang terpenting. Walaupun tanpa fisik, rasa tak kunjung muncul. Mungkin aku menyayangkan cinta yang tak kian bersatu. Keraguanmu menahanku bagai angin yang menderu. Di penghujung jalan pun 'ku tersadar, keraguanmu bukan untukku. Karena cinta untukku sudah tiada sejak dulu. Aku bukan pejuang cinta, aku hanyalah pecinta yang setia. Ketika cinta pergi, itulah saat dimana pecinta undur diri. Karena untukku, cinta kita harus diperjuangkan dan cintaku seorang haruslah dilenyapkan. Bukan oleh waktu, tapi oleh angin dan debu bercampur air mata.
0
Jul 13, 2016
Jul 13, 2016 at 11:09 PM UTC
Ketika Cinta Pergi
*do i  not ever come to you ..? although only a jiffy night ..? dark current visible universe embroider .. when the earth and the moon would not come together .. don't you know ..? and why we do not accept each other ..? though i still want to be together during the yearnings ..? differences that make us fall in love .. measurable distance, treated flavor .. lest you get hurt .. i'm always right there ..* ┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶  ƦУ  »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈ apakah aku pernah tiada datang kepadamu..? meskipun hanya sekejap malam..? saat gelap semesta terlihat menyulam.. saat bumi dan rembulan tiada mau bersatu.. tidakkah engkau mengetahui..? dan kenapa kita tak saling menerima..? meski aku selama berdegup masih ingin bersama..? perbedaan  yang membuat kita saling jatuh cinta.. jarak yang  terukur, rasa yang terobati.. jangan sampai engkau terluka.. aku kan selalu ada..
0
Dec 29, 2013
Dec 29, 2013 at 3:54 AM UTC
to you
Pasar dan pasir yang bersatu Dipisahkan oleh janji Ditiadakan oleh kilau emas Yang berkilat padanya akal warasmu Pasir adalah asamu, Yang kau bagikan pada mereka Untuk membangun genting bocor Pastilah tak bisa kami genggam Rumahmu adalah pasar Yang saling menjual suara Cobalah untuk menimbang Besaran keadilan dan kejahatan Kami hanyalah ternak Yang tiap tetes darah kami kau tukar Dengan sendok dan garpu perak Dan kau biarkan kami menggelepar? Harga tiap tetes darah itu Tak pernah kau bayar Namun selalu kau tawar.
0
May 11, 2016
May 11, 2016 at 9:59 PM UTC
Harga Tiap Tetes Darah Itu
Nyatanya aku masih terjaga Disaat kuucapkan selamat tidur untukmu Setiap jengkal serat tubuhku tak ingin berpisah darimu Sekalipun malam telah membelaimu dengan lembut, siap sedia menyanyikan lagu tidur untukmu Aku tak rela Nyatanya aku masih bermimpi, di pagi hari kau membangunkanku Tak ingin kulepaskan genggaman tanganku Tak ingin kusudahi wajah kita yang saling menatap Takkan kubiarkan hangat tubuhmu menguap Aku tak ingin terjaga Nyatanya aku merindukan dirimu Saat aku mengurungkan niat untuk berkabar Saat amarah memberi mata pada cinta, hingga ia tak lagi buta Ketika tawa tak lagi terdengar Ketika kata tak mampu terucap Aku tak ingin berpisah Nyatanya kau tetap setia Sekalipun cintamu berlayar dalam diam Kala sumpah serapah yang membabi buta, mengawali malam kejam yang tak membiarkanmu terlelap Meskipun air mata telah menggantikan suara Dan dua surga yang tak bisa bersatu Maafkan aku
0
Sep 9, 2018
Sep 9, 2018 at 9:21 PM UTC
Nyata Kita
deburan ombak bersatu dengan asa namun tak memecah karang pengharapan serbuk- serbuk pasir adalah partikel kecil impianku tak apa diinjak- diinjak karena untuk menjadi langit aku masih terlalu awam
0
Jan 16, 2019
Jan 16, 2019 at 7:21 PM UTC
tunggu saatnya
Hembusan angin sayu, menyapa rumput sendu Rintik hujan turun segan, basah ranting kerontang Seolah bersatu padu, gambarkan kecewaku Mereka kata "lihat mata si bodoh keluar tangis" Kubilang "pergi jauh dasar iblis" Sendiri kini kau disana Gantung diri hilang kecewa Jatinangor, 21 Desember 2017
0
Dec 21, 2017
Dec 21, 2017 at 9:05 AM UTC
Seni Diri
Ketika Allah sudah menjadi ilah Kepala terasa penuh Dengan dengki dan amarah Kepada siapa entahlah Berpacu hati dan kepala Kedua bersatu menjadi petaka Bila tidak segera dicegah Bencanalah yang berkuasa Hai...sekalian mahluk Hiduplah rukun dan merunduk Supaya Tuhan yang dipercaya Makin sayang kepada kita
0
Dec 2, 2016
Dec 2, 2016 at 5:26 AM UTC
Nurani
Mana pernah kau paham tentang perasaanku walau berulang kali sudah kusampaikan. Sekedar mendengar saja tidak. Sudah tau begitu, masih pula aku menaruh pengharapan yang besarnya melebih-lebihi besar nafsu makanku. Kasihan ya melihat naifku ini. Memaksakan sesuatu yang sudah mati. Aku ini kadang ingin terbahak karena lucunya kisah kamu dan aku, tapi anehnya masih selalu membuatku terpana, seperti terhipnots. Kepalaku yang sekeras batu dan hatiku yang serapuh kulit telur disanding dengan kepalamu yang pula berisikan batu, juga hatimu yang sedingin kutub utara sebelum global warming. Aku dan diriku, dan kamu dengan dirimu. Memang benar mungkin, kita hanya ditemukan untuk saling belajar, bukan untuk berakhir bersatu. Sebenar-benarnya, kamu adalah yang aku mau. Tapi rasanya permintaanku ini terlalu bertele-tele jika yang ku minta adalah kamu dan tidak ada luka. Karena memilih bersamamu akan selalu satu paket dengan luka dan perih. Aku saja yang sombongnya setengah mati, menutup mata dari ratusan pertanda yang Tuhan berikan.
0
Dec 4, 2019
Dec 4, 2019 at 11:12 PM UTC
Sudah