Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"berpura" poems
Kau datang di saat ku menginginkanmu Kau bagaikan menerangi hidupku Ku tersenyum di setiap waktu Ku selalu memikirkanmu Kau menjauh entah mengapa Ku tersadar bahwa ku yang memulainya Kau tak sedetikpun berbicara Ku hanya bisa menyesal Ku mulai belajar tuk melupakanmu Ku buka hati ini tuk yang lain Namun tiba-tiba kau datang dengan sejuta kata Entah apakah kau berpura-pura peduli pada ku Kau menyentuh hidup ku, lagi Kau buat aku menginginkanmu, lagi Kau buat aku salah tingkah, lagi Serasa tak ingin aku kehlangan mu, lagi Kau membuat aku bersyukur pernah mengenal mu Kau adalah hal terindah yang tak nyata yang pernah aku tahu Kau adalah semua topik pembicaraan yang ku ceritakan Kau adalah yang mengiringi perjalanan singkat hidup ku Kau yang amat susah lepas dari ingatan ku Kau yang menerangi hidup ku Kau lah alasan aku tersenyum di setiap waktu Kau lah yang ku harap hadir di mimpi ku Kau... Yang selalu aku harapkan hadir di sisi ku Yang selalu membuatku ingin merasakan peluk mu Yang ingin sekali mengecup bibir mu Kau... Yang selalu membuat aku gelisah Yang membuat aku berusaha lebih baik Yang membuat ku berusaha lebih pantas tuk dimiliki Kau... Tak pernah habis kata-kata untuk mu Selalu ku puji dirimu Ku ingin bisa mengatakan bahwa Aku sangat mencintaimu I LOVE YOU
0
Nov 21, 2011
Nov 21, 2011 at 8:41 PM UTC
Semua Tentang Kau
namamu yang indah, dengan sifatmu yang selalu gembira, wajahmu yang manis membuatkan orang sekliling memandangmu. walaupun kau suka menyakat orang dengan membuang angin dan sendawa , tapi kau membuatkan suasana yang nyaman dan riuh. kau juga suka dance macam kpopers , bila tiba kau menyanyikau seakan-akan lupa orang sekeliling , menyanyi dan terus menyanyi. kadangkala aku selalu melihatmu sedih , tapi pantas kau menutup kesedihan mu , dengan berpura pura gembira. HUMAIRAH , gadis yang cekal , dengan pipimu yang merah bila matahari memancar ke mukamu , Tapi ketahuilah kau tetap jelita .. JELITA .
0
Oct 1, 2016
Oct 1, 2016 at 1:30 PM UTC
humairah
sore itu dingin. kupandangi tetes-tetes air yang perlahan hinggap di atas permukaan kaca jendela secangkir teh dalam genggaman, berbalut tabahnya menahan rindu. kutunggu kabar namun tak juga kunjung datang duduk di atas kursi teras, menanti suaramu hadir di ujung pesawat. teleponku lagi-lagi kau abaikan, seperti tak pernah sekalipun terlintas minat untuk kau angkat. terlalu sibuk atau apa? biar kunanti lagi bersama rintik hujan. semenit lima menit sepuluh menit dua puluh menit lima puluh menit kutunggu telepon balasanmu namun belum juga kau izinkan aku mendengar suaramu aku diam bersama alunan musik yang dimainkan hujan, air mataku turun biarkan! aku letih berpura-pura merasa tidak sakit hati bersama lantunan rintik hujan, serta guntur yang belum pula lelah bersahutan, pada dunia mereka seolah mengatakan; alam pun bisa menyuarakan air matanya, dan memiliki jeda jujur yang panjang, berhenti berusaha ceria. kemudian aku sadar; seperti alam yang sedang menangis, aku benar-benar letih berpura-pura.
0
May 22, 2016
May 22, 2016 at 7:20 AM UTC
untuk segala hal yang letih berpura-pura
Palembang, Senin 7 November 2011 Bagaikan berharganya air mataku Hanya terjatuh bagi para berlian hatiku Yang sangat berarti bagiku Yang sangat dekat dengan ku Bagaikan rapuhnya hati ini Terasa sesak setiap mengingat dia Serasa ingin mati saja Tak mau lagi hidup jika ada dia Doaku tak sering ku panjatkan Hanya bisikan hati yang sering terngiang Rasaku sudah cukup tak perlu diberitahu Toh orang pun tak mau tahu Selalu minta yang terbaik Sungguh aku menginginkannya Agar tak lagi aku menangis sepi Supaya tak perlu aku berpura-pura Bagaikan tak terjadi apa-apa Padahal hati ini penuh luka
0
Nov 7, 2011
Nov 7, 2011 at 10:30 AM UTC
Air Mata Ku
kursi di bawah pohon kenari masih dengan setia duduk disana tidak peduli siapa yang mendudukinya atau siapa yang lewat di depannya ia tetap setia menunggu kedatangannya burung-burung dengan bebas menyuarakan nada-nada indah berisi pesan untuk diberikan kepadamu, tuan tanpa nama jangan berpura-pura tidak peduli kepada dunia di lubuk hatimu yang terdalam, sial, aku sangat yakin kau kesepian kau membutuhkan seorang teman yang rela mendengar ocehan mautmu sampai matahari tenggelam di ufuk barat nantinya kemarilah, tuan tanpa nama duduk bersamaku di bawah pohon kenari dan menikmati indahnya matahari senja
0
Aug 2, 2014
Aug 2, 2014 at 7:14 PM UTC
kau mendengarku
sekali kau berbicara jujur mereka akan mematahkan hati mu. jangan pernah melihat mata mereka, karena akan membuat perasaanmu tercabikcabik ku rekomendasikan kau tuk jaga jarak, karena sekali kau dapat, kau hilang kontrol. jangan pernah jatuh cinta, simpan di lubang kesepianmu yang dalam ambillah pengalaman bahwa bertindak depresi adalah konyol. jangan pernah berbicara jujur. jangan pernah. karena seseorang yang kau cintai akan berbuat yang sama kepadamu. kalau mereka melepas tanganmu, dan menjatuhkan mu, dan kau jatuh… kau hanya berakhir untuk berpura-pura kepada semua orang bahwa semua tidak pernah terjadi apa-apa.. kau tahu….kadang.. tawa tersedih adalah yang terkeras.
0
Mar 29, 2012
Mar 29, 2012 at 7:19 AM UTC
Hidup yang sama saja
REKTOR SEKALIGUS SIASAT BODOHNYA. USAHA KERAS YANG PERCUMA IA KAN RAWAT SEHIDUP SEMATINYA. DI BAWAH tuhan IA MIRIP DI ATAS TUHAN. REKTOR MEMBUNGKAM SI PENAKUT KURUS YANG BERPURA-PURA NYARING SEPERTI DUA CERMIN YANG NYATANYA MEMANTUL LEMAH. BUDAK-BUDAK LAHIR DARI REKTOR YANG NYATANYA KERUH ISI PERUTNYA. DARMA NAN BAIK TERNYATA 3750. ASAP KOSONG DENGAN INJAKAN KERAS BAGI KAUM INTELEKTUAL PALSU. SEKALI LAGI, BIAR KUPASTIKAN LAGI, REKTOR BESERTA SIASAT BODOHNYA.
0
Oct 7, 2020
Oct 7, 2020 at 4:36 PM UTC
OKLASASADU
Perihal perasaanku yang mulai mati rasa.. berhentinya aku untuk menulis tentang luka ini, bukan aku mulai melupakan mu. hanya saja aku sedang menjadi pembohong besar, yang berpura-pura bahagia untuk mendapat perhatian mu kembali.. lantas sekarang aku sudah tahu, kita hanya memutar balikan cerita, yang ternyata faktanya kita masih saling berharap.
0
Nov 16, 2018
Nov 16, 2018 at 12:08 AM UTC
mati rasa
Setahun lebih.... Setahun lebih aku masih tak percaya. Jaman modern terjadi pembantaian besar besaran. Terus dipotret dan direkam oleh orang orang Gaza. Mengguncangkan normalitas seluruh dunia. Setahun lebih aku lupa rasanya hidup normal. Yang kulakukan tiap hari hanya membuka sosial media. Terus melihat pertunjukan horor harian di Gaza. Pembantaian demi pembantaian yang tak ada habisnya. Setahun lebih aku terus berpura pura normal. Dari luar terlihat baik baik saja tapi dari dalam terus menderita. Penderitaan orang orang Gaza yang berkepanjangan. Juga menjadi penderitaanku. Setahun lebih.... Setahun lebih aku kehilangan kenikmatan. Soto , rawon , bakso dan makanan apapun tak lagi terasa nikmat. Aku teringat terus dengan orang orang dan anak anak Gaza. Mereka sering kelaparan hingga kurus kering kekurangan gizi. Setahun lebih aku kehilangan kesenangan. Film , musik , game dan hiburan apapun tak lagi menyenangkan. Aku teringat terus dengan orang orang dan anak anak Gaza. Mereka selalu ketakutan terancam kematian yang menyakitkan. Setahun lebih aku kehilangan ketenangan. Tidurku tidak pernah terasa nyenyak. Aku teringat terus dengan orang orang dan anak anak Gaza. Mereka selalu kedinginan saat malam tanpa punya apapun untuk kehangatan. Setahun lebih.... Setahun lebih aku tak lagi punya semangat. Segala macam urusanku jadi berantakan. Rasanya aku kesulitan berkonsentrasi penuh. Setiap hari pikiran dan jiwaku terus tertuju pada Gaza. Setahun lebih aku terus mengkhawatirkan mereka. Orang orang Gaza yang telah kukenal hingga kuanggap saudara. Jika mereka terlalu lama menghilang tanpa kabar. Rasanya aku benar benar sangat khawatir. Setahun lebih aku merasa seperti orang mati. Terlalu sering melihat kematian demi kematian yang menyakitkan. Darah terus bertumpahan , serpihan dan potongan tubuh terus berceceran. Angka statistik para martir terus bertambah setiap hari. Setahun lebih.... Setahun lebih aku masih merasa heran. Melihat orang orang tetap menjalani kehidupan normal. Bersenang senang atau sibuk urusan sendiri. Tanpa peduli apapun tentang Palestina. Setahun lebih aku masih tetap heran. Melihat orang orang muslim yang tampak religius. Hanya sibuk beribadah siang malam. Tanpa peduli apapun tentang Palestina. Setahun lebih aku masih tetap terheran heran. Melihat gerai dan restoran Amerika masih tetap ramai. Produk produk Barat masih tetap dibeli. Tanpa peduli apapun tentang boikot. Setahun lebih.... Setahun lebih rasanya benar benar memuakkan. Melihat para pemimpin Barat terus beretorika. Bicara perdamaian dan kemanusiaan. Tapi terus mendukung pembantaian. Setahun lebih rasanya semakin memuakkan. Melihat para pemimpin Arab terus membual. Pura pura peduli dengan Palestina. Tapi diam diam mendukung Israel di belakang. Setahun lebih rasa muakku semakin tak tertahankan. Melihat media media Barat dan buzzer buzzer zionis. Terus menerus menyangkal dan membenarkan pembantaian. Tak peduli seluruh dunia sudah tahu kenyataan yang sebenarnya. Setahun lebih.... Setahun lebih aku telah putus asa. Kehilangan harapan yang tampak terlalu sulit diwujudkan. Seluruh dunia terus melakukan aksi protes menentang Israel. Tapi tak terjadi perubahan apa apa. Setahun lebih aku telah kecewa. Tak percaya lagi dengan tatanan dunia. Yang tak lebih sekedar ilusi kemunafikan. Bentukan Barat yang merasa berkuasa atas dunia. Setahun lebih aku telah lelah. Menunggu keajaiban yang tak kunjung terjadi. Seluruh dunia terus bertanya tanya. Kapan dan bagaimana semua ini akan berakhir ?!.. Setahun lebih.... November 2024 By Alvian Eleven
0
Dec 9, 2024
Dec 9, 2024 at 1:19 PM UTC
SETAHUN LEBIH
Setahun lebih.... Setahun lebih aku masih tak percaya. Jaman modern terjadi pembantaian besar besaran. Terus dipotret dan direkam oleh orang orang Gaza. Mengguncangkan normalitas seluruh dunia. Setahun lebih aku lupa rasanya hidup normal. Yang kulakukan tiap hari hanya membuka sosial media. Terus melihat pertunjukan horor harian di Gaza. Pembantaian demi pembantaian yang tak ada habisnya. Setahun lebih aku terus berpura pura normal. Dari luar terlihat baik baik saja tapi dari dalam terus menderita. Penderitaan orang orang Gaza yang berkepanjangan. Juga menjadi penderitaanku. Setahun lebih.... Setahun lebih aku kehilangan kenikmatan. Soto , rawon , bakso dan makanan apapun tak lagi terasa nikmat. Aku teringat terus dengan orang orang dan anak anak Gaza. Mereka sering kelaparan hingga kurus kering kekurangan gizi. Setahun lebih aku kehilangan kesenangan. Film , musik , game dan hiburan apapun tak lagi menyenangkan. Aku teringat terus dengan orang orang dan anak anak Gaza. Mereka selalu ketakutan terancam kematian yang menyakitkan. Setahun lebih aku kehilangan ketenangan. Tidurku tidak pernah terasa nyenyak. Aku teringat terus dengan orang orang dan anak anak Gaza. Mereka selalu kedinginan saat malam tanpa punya apapun untuk kehangatan. Setahun lebih.... Setahun lebih aku tak lagi punya semangat. Segala macam urusanku jadi berantakan. Rasanya aku kesulitan berkonsentrasi penuh. Setiap hari pikiran dan jiwaku terus tertuju pada Gaza. Setahun lebih aku terus mengkhawatirkan mereka. Orang orang Gaza yang telah kukenal hingga kuanggap saudara. Jika mereka terlalu lama menghilang tanpa kabar. Rasanya aku benar benar sangat khawatir. Setahun lebih aku merasa seperti orang mati. Terlalu sering melihat kematian demi kematian yang menyakitkan. Darah terus bertumpahan , serpihan dan potongan tubuh terus berceceran. Angka statistik para martir terus bertambah setiap hari. Setahun lebih.... Setahun lebih aku masih merasa heran. Melihat orang orang tetap menjalani kehidupan normal. Bersenang senang atau sibuk urusan sendiri. Tanpa peduli apapun tentang Palestina. Setahun lebih aku masih tetap heran. Melihat orang orang muslim yang tampak religius. Hanya sibuk beribadah siang malam. Tanpa peduli apapun tentang Palestina. Setahun lebih aku masih tetap terheran heran. Melihat gerai dan restoran Amerika masih tetap ramai. Produk produk Barat masih tetap dibeli. Tanpa peduli apapun tentang boikot. Setahun lebih.... Setahun lebih rasanya benar benar memuakkan. Melihat para pemimpin Barat terus beretorika. Bicara perdamaian dan kemanusiaan. Tapi terus mendukung pembantaian. Setahun lebih rasanya semakin memuakkan. Melihat para pemimpin Arab terus membual. Pura pura peduli dengan Palestina. Tapi diam diam mendukung Israel di belakang. Setahun lebih rasa muakku semakin tak tertahankan. Melihat media media Barat dan buzzer buzzer zionis. Terus menerus menyangkal dan membenarkan pembantaian. Tak peduli seluruh dunia sudah tahu kenyataan yang sebenarnya. Setahun lebih.... Setahun lebih aku telah putus asa. Kehilangan harapan yang tampak terlalu sulit diwujudkan. Seluruh dunia terus melakukan aksi protes menentang Israel. Tapi tak terjadi perubahan apa apa. Setahun lebih aku telah kecewa. Tak percaya lagi dengan tatanan dunia. Yang tak lebih sekedar ilusi kemunafikan. Bentukan Barat yang merasa berkuasa atas dunia. Setahun lebih aku telah lelah. Menunggu keajaiban yang tak kunjung terjadi. Seluruh dunia terus bertanya tanya. Kapan dan bagaimana semua ini akan berakhir ?!.. Setahun lebih.... November 2024 By Alvian Eleven
Continue reading...
81