"berisikan" poems
Pernah ku tulis surat untuk mu
Yang indah berisikan tentang cinta
Ku ingin kau tahu akan isinya
Tapi, tak pernah sampai pada mu
Selalu tertahan di sini
Ku kumpulkan saja sendiri
Dan akan ku terbangkan ke angin
Agar membawa surat ku pada mu
Mungkin kan sampai
Tapi, apa kau terima semua?
Tersenyumkah kamu, saat membacanya?
Apa kau tak merasa
Surat ku penuh dengan cinta
Berapa kali ku tulis cinta
Mungkin penuh tak tersisa
Renungkan surat ku
Yang penuh cinta untuk mu
By. Aridea Purple
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 12:21 PM UTC
Pada tiap bait puisiku
berisikan lantunan merdu
perihal dia dan suka.
Larik-larik sajaknya dirancang manis
menyurat rasa yang tersirat.
Pada tiap bait puisiku
kuingat tatapnya yang hangat dan malu-malu
membuat aku gugup melulu.
Dipuisi ini, kutulis rayu dalam kata
tuk ramu gugupku jadi haru.
Pada Rabu di sorenya
bernada, mendera, bergelora
berbicara perihal harinya yang gembira.
Oct 25, 2022
Oct 25, 2022 at 12:50 PM UTC
Mana pernah kau paham tentang perasaanku walau berulang kali sudah kusampaikan. Sekedar mendengar saja tidak. Sudah tau begitu, masih pula aku menaruh pengharapan yang besarnya melebih-lebihi besar nafsu makanku. Kasihan ya melihat naifku ini. Memaksakan sesuatu yang sudah mati.
Aku ini kadang ingin terbahak karena lucunya kisah kamu dan aku, tapi anehnya masih selalu membuatku terpana, seperti terhipnots. Kepalaku yang sekeras batu dan hatiku yang serapuh kulit telur disanding dengan kepalamu yang pula berisikan batu, juga hatimu yang sedingin kutub utara sebelum global warming. Aku dan diriku, dan kamu dengan dirimu. Memang benar mungkin, kita hanya ditemukan untuk saling belajar, bukan untuk berakhir bersatu.
Sebenar-benarnya, kamu adalah yang aku mau. Tapi rasanya permintaanku ini terlalu bertele-tele jika yang ku minta adalah kamu dan tidak ada luka. Karena memilih bersamamu akan selalu satu paket dengan luka dan perih. Aku saja yang sombongnya setengah mati, menutup mata dari ratusan pertanda yang Tuhan berikan.
Dec 4, 2019
Dec 4, 2019 at 11:12 PM UTC