"berat" poems
Palembang, Selasa 21 Juni 2011
Aku punya mimpi mulia
Butuh seribu tahun tuk menggapainya
Ku tak serius, hanya mengira
Karena ku selalu tak sempurna tuk jalaninya
Hingga betisku biru
Lututku lecet
Bobot tubuhky berlipat
Sampai pikiran ku sangat terbebani
Hanya dapatkan phobia sesaat
Saat api kulihat di mata tepat
Mulutku kelu ludahku kering dan aku berkeringat
Dan tersadar tak satupun peduli aku di malam pekat
Ingat hanya aku tahu semampunya
Tak buktikan apa-apa yang telah ku buat
Orangpun merendahkan aku bagai tersiksa
Tak bisa ku membela sendiri karna tlah telat
Sadar-sadar di hari nan senja
Bahwa ku makan hanya sisa saja
Ku terima karena ku akui aku memang suka
Berharap perbaikan akan datang mangubah semua
Nama-Nya selalu ku sebut di setiap masa
Meski aku dan Dia tahu bahwa aku masih salah
Namun salahkah aku masih ingin dicinta?
Kepalaku berat bagai hampir tak bernyawa
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 9:28 AM UTC
tidak disadari, langit yang biru berubah
menjadi warna oranye dan ungu muda.
perpaduannya pun sangat indah,
ditemani pula oleh kicauan burung yang sunyi.
selang waktu berjalan, hati semakin berat,
pena dan kertas, aku bertemu lagi denganmu.
langit yang indah tiba tiba berteriak,
seperti singa yang mengaung ditengah ladang.
apakah mungkin, bahwa kita melihat langit yang sama?
perbedaan waktu yang tidak masuk akal, ingin membuatku
menguras air di lautan yang biru,
yang menghalangi pertemuan kita.
gila, bukan?
aku berbicara kepada kertas putih,
layaknya kertas ini adalah sahabatku,
atau kuping yang selalu mendengar.
tangisan hati pun terlalu keras, malam ini.
langit yang indah, sekarang bersaturasi,
menjadi warna abu abu yang gelap,
jadi ini, toh.
ini, yang dinamakan
berbicara kepada kertas,
saat air mata milik senja,
turun dari langit.
Feb 20, 2019
Feb 20, 2019 at 8:15 AM UTC
INFO NYA DISINI GAN n’ SIST : PIN BB: 262878A6
Ukurannya 40×60 cm / Order 1-2 Pcs = Rp. 70.000,-…Order 5 Pcs Ke atas Rp. 65.000,-
Bantal Nama Murah Bandung - Untuk menambah koleksi bantal kamu yang unyu-unyu, kayaknya ga cukup kalo cuma punya bantal donat, bantal Nama dan bantal leher
aja. Nah, biar koleksi kamu tambah lengkap, siap siaga bikinin kamu Bantal Nama
Bantal dengan tulisan nama kalian, nama pacar, nama sodara atau nama orang-orang yang kamu sayangi. Kamu bisa pilih warna warni kesukaan kamu dengan tulisan
yang artistik banget.
Buat kamu-kamu yang pada galau nyari kado yang cocok buat temen ultah, ponakan, adik atau pacar, pas banget deh kalo kamu pilihin kado Bantal Nama buat
mereka.
Mau tahu spesifikasi teknisnya?
- Bahan dasar velboa
- Tulisan velboa (bukan flanel jadi lebih lembut)
- Isi silikon (bukan dacron jadi lebih kenyal dan ga kempes)
- Waktu pengerjaan normal 14 hari kerja (Kalo lagi banjir order bisa molor dikit)
- Ukurannya 40×60 cm (Yang mau panjang bisa request ukuran 40x90cm)
- Berat sekitar 600 gram
Ok bro and sist, yang blom jelas (ngacung!) invite aja PIN BB marketingnya 262878A6. Harga blom termasuk ongkir dari Bandung.
Incoming Search Terms:
Bantal Nama handmade
Bantal Nama online
Bantal Nama murah
Bantal Nama
Bantal Nama baby
Bantal Nama lucu
Bantal Nama bayi
Bantal Nama bandung
Jan 7, 2015
Jan 7, 2015 at 8:49 PM UTC
menangis dan berontak jiwa muda
melawan prejudis dan komunis
minda anak kecil pula dijajah
katanya ini untuk masa depan
namun mereka lupa dan sentiasa lupa
dunia ini sifatnya selamanya sementara
diktator terus tersenyum
korupsi negeri negeri menjadi bukti mereka kuasa besar
kapal empayar tidak lagi membawa selamat
malah
--membawa mangsa untuk segala seterusnya
rakyat pula umpama anak kecil
terumbang ambing dan terus merengek
gaduh rebutkan yang tak pasti
cuma ada beberapa yang berani, kan kedengaran suaranya
lalu mereka itu dibunuh
agar senyap
agar tiada masalah ditelinga
kelihatan belia itu duduk
menongkat dagu
keluh resah dan bimbangnya kedengaran
berat nafasnya
--lalu berapa lama lagi?
tanda soal yang tidak berjawab di minda nya
umpama terdampar di laut dengan pelampung
menanti untuk diselamat
tapi masih tak pasti.
seru untuk semua yang ada;
yang masih berkudrat
yang masih waras akalnya
--lalu berapa lama lagi?
-f 1029pm oct 2nd
Oct 2, 2017
Oct 2, 2017 at 10:20 AM UTC
berawal dari waktu
memaksaku menyeret kakiku
melangkah gontai sambil pergi
aku merengek, terisak !
dan mengadu pada-Nya
tunggu ini secepat aku berkedip barusaja
ya, dulu memang aku kecil
nyaliku memang masih payah
masih terjerat pada keduanya
bahkan sekarangpun..
keduanya ingin aku yang terbaik
aku tak tahu yang dirasa mereka
tapi aku sendiri berontak
menyalahkan waktu yang jelas tak akan berhenti
aku kutuk waktu
mengapa begitu kilat
ragaku masih ingin tetap dirumah
tunggu, sejenak aku merasa keliru
bukankah ini baik
aku juga ingin membuat keduanya senang
mimpi harus coba kupanjat
tangga itu sudah dihadapanku
aku termasuk yang beruntung
bersyukurlah!
batinku melerai
aku meyakinkan diriku sekuat tenaga
"ini bukan rumahku" gertakku
saat aku tiba ditempat asing itu
akupun terpaksa tinggal
demi pengetahuan yang ingin kuraup
iya, jika belum paham akan kujelaskan
aku seorang mahasiswa sekarang
predikat yang melekat padaku kini
berat..
pandangan semuanya akan berbeda terhadapku
sungguh aku menemui teman baik
berjuang sama sama, namun tetap harus sendiri
aku menarik nafas..
waktuku kini juga telah memaksaku
rasanya pagi sudah menjadi sore
agaknya aku harus selesaikan hariku
mengerjakan tugas akhirku disana...
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 11:28 PM UTC
kepala berkecamuk
menumpahkan isinya
tumpah ke dalam ruang di sekitarnya
tak pernah benar-benar terbebas
sehelai demi sehelai terajut
semakin semrawut hingga kusut
mencoba diselesaikan
tak pernah benar-benar selesai
akhirnya terbaring dalam kalut
terbangun karena kusut
benar-benar tak pernah lucut
bagaimana bisa kepala ini
menampung lebih banyak dari apa yang terlihat
membawa lebih berat dari massaa badannya
Oct 4, 2022
Oct 4, 2022 at 1:47 AM UTC
Hey buddy
Engkau yang tak pernah mungkin kembali
Kau yang membuatku terjebak dalam sebuah ironi
Kita dihadapkan dengan sebuah hukum pasti
Semua yang terlahir pasti akan mati
Pada masanya
10 tahun penuh makna
Bersamamu ku dapat melihat indahnya dunia
Ya, indahnya dunia
Walaupun sekarang engkau sudah di alam baka
Dan sosokmu hanya tergambar dalam sebuah berkas kamera
Kehadiranmu kala itu bak seberkas cahaya
Yang membuatku tetap ingin bertahan di tengah ketidakadilan dan penindasan yg bermakna
Di saat aku tidak bisa lagi melihat sisi baik 'manusia'
Ketika aku pulang dari kandang ilmu dengan penuh tangisan
Seakan engkau menanyakan 'apa yg sedang terjadi?'
Ketika aku hanya ingin berhenti
Berhenti dari segalanya
Bahkan untuk sekedar bersinggungan dengan udara
Engkau seakan tak rela
Aku tak pernah ingin mengulang waktu
Walaupun itu bersamamu
Waktu yang begitu berat bagi hidupku
Waktu yang membuat semua yg kucita-citakan seakan tabu
Waktu yang telah membentukku sebagai sosok pemalu
Malu dalam segala hal
Bahkan terlalu malu hanya untuk sekedar mengatakan 'aku'
Aku hanya ingin menambah waktuku bersamamu
Agar aku bisa membagi kisahku denganmu
Aku yang sudah bisa pergi jauh
Yang sudah banyak mengenal Medan baru
Yang sedikit banyak telah mendapat penerimaan waktu
Dulu, saat aku jatuh
Engkau selalu ada didekatku
Dengan untaian kata motivasi dan semangat alamu
Tapi, di usia rentamu
Aku terlalu peduli dengan sibukku
Hingga ku lupa hanya sekedar menyapa keadaanmu
Entah apa yg ada dipikirku
Sungguh egois memang
Tapi, apa mau dikata
Semua telah tertulis rapi dicatatan-Nya
Aku hanya bisa menjalankan
Dengan tetap menjagamu dalam lamunan
Jan 4, 2019
Jan 4, 2019 at 10:20 PM UTC
[Untukmu di Langkawi, 26 Jun 2018]
Beratus-ratus retakan kaca
tidakkan pernah imbang neraca
betapa berat hatiku menunggu
detik-detik tak berpenghujung
beribu-ribu detakan hati
takkan pernah akan ku lari
biar Bukowski dengan kebuntuan
biar Rimbaud dengan ketidaktentuan
akan hanya ada dirimu dalam
laci yang penuh dengan kepastian.
Berbatu-batu kau ke utara
begitulah rasa ini terawang-awang di udara.
Jun 27, 2018
Jun 27, 2018 at 7:21 AM UTC
Katanya, tak baik untuk memendam
Tetapi, tak semua rasa mudah memadam
Katanya, janganlah selalu dipendam
Nyatanya, tak semua cakap bisa meredam
Mereka, bisa menuntut
Tetapi, haruskah hati selalu menurut?
Mereka, bisa bertindak sebagai penuntut
Tetapi, rasanya.. jiwa tak perlu selalu berlutut
Ada masa.. untuk menarik diri
Untuk bersimpuh, dan memberi diri afeksi
Ada masa... untuk menangis, memendam semua emosi
Untuk menyadari semua hanya proses menjadi asri
Terima kasih, sudah selalu kuat
Berdiri dan menjalani semua walau terasa berat
Terima kasih, sudah selalu kuat
Untuk kamu, yang terhebat..
May 29, 2023
May 29, 2023 at 10:01 AM UTC
pasal III; tentang berpisah, memisahkan diri, dan sebuah perpisahan.
-sampailah rasa ini di titik paling akhir perjuangannya, dimana setelah semua usaha bermuara, dan nyatanya tak terbalas sesuai ekspektasi. akhirnya, aku (dan kamu) memilih untuk mundur dari pengharapan masingmasing, memilih memisahkan diri, untuk kemudian bersamasama mencari jalan hidup pribadi.
- mungkin saja di satu sisi, ada pihak yang merasa terberatkan, dan tentu saja yang memberatkan, mengingat perihal perpisahan adalah suatu fase, dimana 2 pribadi yang dulunya saling dan berusaha terikat mengikat, kini harus mulai merenggangkan ikatan masingmasing. dan pasti ada yang tak sanggup, dan ada yang terburuburu berpisah. tapi tak apa, aku terbiasa menopang perkara berat ini.
- namun ada kalanya, kau lah yang terberatkan dengan proses ini, jadi mulai sejak dinilah, kumohonmaaf untuk apa yang akan terjadi di kemudian hari, atau mungkin saja esok hari, ketika ku mulai merasa, bahwa perpisahan adalah cara terbaik untuk melanjutkan hubungan ini.
- plot twist; adalah ketika kita masih tetap berusaha saling menyatakan setia dan menjaga keberadaan masingmasing kita, tapi, kita tetap saja terpisahkan, karena sebab masa depan masih terlalu gelap untuk diterawang sekarang, mengingat kodrat yang bernyawa akan mati, yang dekat akan jauh, dan yang jauh, tak penah lagi kembali. maka nanti kemudian masa, jika saja kita memang terpisahkan oleh takdir, maka sekali lagi maafkanku, juga terima kasih, untuk mu, dan untuk hadirmu.
- karena berpisah, bukan sematamata hanya sekedar ego, melainkan sebuah komitmen. semoga kau mengerti, jika kelak kita berpisah, dirimu tetaplah dirimu, kau tetap saja begitu, dan jangan berubah, sebab kisah kita yang berakhir tragis, tak layak mengubah senyummu yang manis.
prdks.
Aug 6, 2017
Aug 6, 2017 at 12:39 PM UTC
pasal II; tentang luka, patah hati, dan rasa sakit yang sangat.
- pada sebuah masa yang kelak mungkin saja akan terjadi, dan ketika waktunya tiba, kau mungkin akan mendapatiku terkungkung dalam kesendirian, dan luka patah hati yang teramat sakit; dan kuharap, kau akan datang, lalu ada, dan bersedia menyebuhkan lukaku.
- dan bila nanti kemudian kaulah sebagai pelipur laraku, kuharap kau bukanlah orang yang kembali menoreh luka, setelah mekarnya bunga senyum di wajahku; dan bunga yang indah, hanya akan tumbuh anggun ditempat yang tepat. kuharap kau mengerti.
- ada sebuah kemungkinan, yang tentu saja berpeluang, bahwa kau akan datang bukan sebagai penyembuh, melainkan seseorang yang mungkin saja datang untuk mengiris sembilu, lalu kemudian pergi tanpa malu; mengingat kau juga sama seperti dia, membuatku jatuh hati, hanya saja kau lupa untuk menangkapku kembali.
- bila di kemudian hari, nyatanya kaulah penyebab utama dalam rasa sakit ini, kuharap kau tau, antara ingin bersabar atau saja melepasmu kemudian, beratnya sama berat; terutama jika kau, sebagai orang yang awalnya datang sbagai penyembuh. kuharap kau mengerti.
prdks.
Aug 5, 2017
Aug 5, 2017 at 10:53 AM UTC
Hai kenangan
dulu kau meninggalkanku begitu amat berat, tapi mengapa kau begitu mudah muncul kembali?
Apr 3, 2017
Apr 3, 2017 at 7:32 PM UTC
Semalam aku melihat harimau
Harimau kalut
Gugup menyeberangi
lautan kembang api
Hari ini aku melihatmu
Membawa angan
Melangkahkan kakimu
ke dalam mimpiku
Semalam aku melihat bidadari
Tersenyum manis
Melambungkan angan
ke khayangan
Hari ini aku menimbang hati
Lebih berat
Karena ia
terbelah dua
Semalam aku merangkai kata
Puisi manis
Untuknya
gulali arum manis
Hari ini musim berganti
Angin bertiup
Menyapu namamu
yang tersangkut
dalam hatiku
Feb 5, 2018
Feb 5, 2018 at 1:22 PM UTC
Aku rasa aku naif bila percaya memiliki sepanjang masa bersamamu,
Suatu saat kau akan pergi, hal ini kusadari
Bahkan sejak waktuku denganmu masih terlalu sedikit.
Namun aku tidak mau mengirit, aku mau menghabiskan selamanya samamu.
Hatiku, perih, sendiri
Tertinggal -
Maka aku memintamu, tolong bawalah aku selalu
Kalau tidak,
Aku takut rinduku semakin berat
Sehingga tidak dapat diobati.
Feb 24, 2021
Feb 24, 2021 at 6:02 PM UTC
Kau juga tau bahwa melepaskan sesuatu akan selalu terasa berat..
Apa lagi jika yang kau lepaskan itu adalah hal yang ter-amat-sangat berarti bagi hidupmu.
Tapi melepaskan juga tidak selalu buruk.
Apa lagi jika itu selalu membuatmu merasa tertekan.
Tidak semuanya yang berarti untukmu akan selalu membuatmu bahagia, terkadang justru malah menjadi beban.
Kini aku pun sadar..
Dan kau akan selalu tau bahwa aku tak pernah berani untuk melepaskan.
Tapi kali ini rasanya untuk apa aku terus mengikat yang sudah hilang.
Dengan sisa kekuatan yang aku punya
Dengan rasa enggan yang teramat sangat
Aku akan melepaskan.
Nov 21, 2019
Nov 21, 2019 at 9:27 AM UTC
Genggam tanganku malam ini
Untuk pertama kalinya
Sebelum September beranjak
Dan mungkin untuk terakhir kalinya
Ceritakan padaku rasa hatimu
Karena telah kau kuras habis isi hatiku
Tampaknya kau sudah lebih tahu
Sesal dan kebodohanku
Kugadaikan separuh hatiku
Aku mau sedikit tawa, senyum, dan waktumu
Tahukah engkau hati terasa lebih berat saat terbelah dua
Semoga kau kembalikan nanti padaku
September segera berlalu
Kenapa tak kau kecup saja bibirku
Untuk pertama kalinya
Dan mungkin untuk terakhir kalinya
Sep 1, 2020
Sep 1, 2020 at 6:05 AM UTC