Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"angkat" poems
sore itu dingin. kupandangi tetes-tetes air yang perlahan hinggap di atas permukaan kaca jendela secangkir teh dalam genggaman, berbalut tabahnya menahan rindu. kutunggu kabar namun tak juga kunjung datang duduk di atas kursi teras, menanti suaramu hadir di ujung pesawat. teleponku lagi-lagi kau abaikan, seperti tak pernah sekalipun terlintas minat untuk kau angkat. terlalu sibuk atau apa? biar kunanti lagi bersama rintik hujan. semenit lima menit sepuluh menit dua puluh menit lima puluh menit kutunggu telepon balasanmu namun belum juga kau izinkan aku mendengar suaramu aku diam bersama alunan musik yang dimainkan hujan, air mataku turun biarkan! aku letih berpura-pura merasa tidak sakit hati bersama lantunan rintik hujan, serta guntur yang belum pula lelah bersahutan, pada dunia mereka seolah mengatakan; alam pun bisa menyuarakan air matanya, dan memiliki jeda jujur yang panjang, berhenti berusaha ceria. kemudian aku sadar; seperti alam yang sedang menangis, aku benar-benar letih berpura-pura.
0
May 22, 2016
May 22, 2016 at 7:20 AM UTC
untuk segala hal yang letih berpura-pura
Palembang. 24 Desember 2011 Ku panggil namamu Kamu ucapkan Selamat Tinggal! Aku raih tanganmu Kamu terus berjalan melepaskan genggamanku Aku menghampirimu di bangku taman Kamu beranjak pergi tanpa sepatah kata Ku bawakan buku favorit mu di perpustakaan Kamu malah membeli buku yang sama Kamu bagaikan kenyataan di masa depan Sungguh tak sanggup aku tuk menebakmu Tak mampu aku memenuhi semua kebutuhanmu Kamu pun tak pernah angkat bicara Apa mau mu? Aku terjatuh, kamu diam saja Apa yang ada di pikiranmu? Aku bicara, kamu memalingkan wajah Aku sakit, kamu tak tahu Aku menjauh, kamu mengejarku Aku menghilang, kamu mencariku Oh sayang, aku tak tahu apa mau mu
0
Dec 30, 2011
Dec 30, 2011 at 7:47 AM UTC
Apa Mau Mu
Anak gadis tunggal kau Nyamuk pun kau tak biar dekat sama dia. Tapi kau pijak, henyak hati tabur janji angkat kaki palit lumpur paling likat pada hidup anak gadis orang lain. Nampak benar jadi bapa tu tak merubah apa-apa kalau kau biar setan dalam diri duduk tinggi atas takhta.
0
Mar 26, 2015
Mar 26, 2015 at 4:32 AM UTC
Bersahabat Dengan Syaitan
Ibu mengajarkanku menerima biru Agar pada setiap simpuh hanya ada bisu Dan pada 777600 tak tersisa pilu Ibu mengingatkanku merapal namamu Agar padamu, Ia angkat abu dan biru Agar kamu, terlupa apa yang lalu lalu
0
Jun 16, 2020
Jun 16, 2020 at 3:01 AM UTC
777600