"alangkah" poems
Jumat, 1 Oktober 2010
Alangkah gembiranya aku
Ingin ku tak henti tuk tersenyum
Tertawa, bahagia karena mereka
Terima Kasih Tuhan,,,
Kini banyak yang sayang pada ku
Mereka begitu berarti bagiku
Yang hiasi hari-hari di sekolahku
Terima Kasih Tuhan...
Mereka tidak kehilanganku
Mereka selalu memuat ku tersenyum
Dan selalu tersenyum untukku ku
Bersyukur aku atas yang ku dapat
Aku sayang kalian, Sahabat-Sahabat ku...
Created by. Aridea .P
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 12:49 PM UTC
Jumat, 13 Agustus 2010
Tlah beribu-ribu menit lalu
Aku tak jumpa lagi catatanku
Tak ku tumpahkan lagi pikiranku
Tak ku kotori lagi kertas-kertas ku
Dan aku rindu...
Ingin menulis lagi
Supaya aku bisa baca lagi
Sambil tersenyum memuji
Alangkah indahnya tulisanku
Apa arti semua itu??
Entahlah, 2 tanda tanya untuk itu
Ku tak akan pernah lelah menulis
Aku janji, bila aku sempat-
kan ku tulis beribu-ribu kata
Agar terlukis kisah hidupku
Yang penuh warna-warni kehidupan
Created by. Aridea .P
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 11:42 AM UTC
indahnya sebuah melodi,
sebuah lagu yang berirama,
sungguh merdu,
sungguh syahdu.
alangkah indahnya hidup ini,
jika diibaratkan dengan sebuah lagu,
setiap detik kehidupan,
mempunyai iramanya yang tersendiri.
alangkah indahnya cinta ini,
seperti melodi lagu-lagu tanpa nyanyian,
penuh dengan kesedihan,
tetapi juga membawa kebahagiaan.
tatkala perginya seseorang itu,
ke dunia lain mahupun yang sama,
sakitnya tidak diduga,
seperti mengenggam serpihan kaca.
kehidupan ini tidak dapat dibicara,
dengan hanya kata-kata,
ianya dapat dirasa,
apabila dilalui.
Dec 1, 2012
Dec 1, 2012 at 4:32 AM UTC
Tergetar nadi ku saat teriakanmu
Tersenyum aku saat melihatmu
Bagai mentari pelawan gelap
Bagai jiwa ku yang amat tenang
Saat terjunan air membasuh raga
Alangkah indahnya pelangi melingkar
Bercahaya terang amat indah warnanya
Begitu segar sambil menatapnya
Tatapan itu tak sama
Dengan saat aku menatapmu
Di hati ku hanya kau yang terindah
Tak tertandingi dari apapun
Cinta...
Segelas darah ku buang
Selaut air mata ku tumpahkan
Saat ku lihat kini kau berada di Surga
Created by Aridea Purple
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:45 AM UTC
Matahari mungkin bosan
Bintang mungkin terlalu ramai
Bulan mungkin kurang hingar-bingar
Aku mungkin tidak tahu
Mereka bukan Tuhan, dan aku
Adalah hantu dalam tanah;
Tak tahu apa-apa akan yang lampau
Dan yang akan datang kemudian
Seandainya lebih dahulu aku memahami
Kalau kita saling mencintai senja,
Alangkah baiknya bila di awal
Kita mengurungkan niat suci yang menggelora
Untuk dapat menjadi bulan
(Yang ternyata terus mengejar dalam senyap,
Namun,
Tak sekalipun dapat ia gapai kasih dari petang.)
Alangkah baiknya bila dahulu
Kita terbenam bersama-sama
Dalam genangan nila dan lembayung
Itu jauh lebih indah.
(Terbenam, bukan gugur.)
Tapi, sudahlah,
Matahari mungkin bosan
Bintang mungkin terlalu ramai
Bulan mungkin berserah pada gemerlap
Dan aku tak tahu apapun
Tentang kuasa Tuhan.
Feb 8, 2016
Feb 8, 2016 at 10:15 AM UTC
Saat indah bersamamu
Ungkap ku indah amat ku kenang
Kuasa Tuhan yang ku hargai
Rasa cinta yang terus tercipta
Alangkah senang hati ini
Yang terhias momen indah
Aku dan kamu yang indah berdua
Walau kini tak terasa lagi
Ingin ku ulangi tuk terakhir kali
Nuansa indah penghias hari-hari
Alangkah senang hati saat terjadi
Takkan ku lupa seumur hidupku
Akan ku kenang untuk selamanya
Oct 16, 2011
Oct 16, 2011 at 10:24 AM UTC
Jakarta, 31 Mei 2008
Alunan piano mengarungi ku
Melantunkan ayat-ayat indah
Penuh harap atas ridho-Nya
Enggan berbuat yang tak sempurna
Ragaku gemetar, Serasa
Aku mulai menyentuh-Nya
Padahal ku tekan tuts-tuts nada
Alangkah terkejut saat kau berkata
Laksana Tuan menasehati Hamba-Nya
Enggan berbuat tak sempurna
Music terus ku mainkan
Bagaikan hidup yang kekal
Akankah sekekal masa?
Niscahya indah hidup di Surga
Gembira rasa hati hidup bahagia
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:35 AM UTC
Nanti,
setengah abad lagi ketika sengatan cahaya matahari bisa membunuhmu,
izinkan aku menceritakan kepada cucuku tentang rindangnya pepohonan di rumahku
sinar matahari yang hanya sanggup menghitamkan kulitku
rangkaian pegunungan hijau yang tertanam dengan indah
Ilusi,
mereka semua bilang aku hanya berilusi.
Namun seandainya mereka tahu
alangkah sempurnanya planet biru yang menjadi naungan kita dulu
Oct 7, 2018
Oct 7, 2018 at 5:54 AM UTC
Alangkah indahnya cuaca hari ini
Keriuhan hampir memadati isi angkutan kota
Burung-burung menari di angkasa
Kupu-kupu ikut serta di sana
Di pertigaan jalan ada polisi
Tiang listrik penuh pamflet bertulisan jasa skripsi
Pikiranku terus mengembara
Jauh tak tahu ke mana
Kata ibu bersabarlah, hari esok akan segera tiba
Apr 25, 2021
Apr 25, 2021 at 1:04 PM UTC
RODA BERPUTAR KESANA KEMARI
MENGIKUTI ALUNAN HATI
DAN ENGKAU TETAP DIAM MENATAP
KECERMELANGAN YANG MENGHAMPIRIMU
SEKETIKA MENYEJUKKAN ENGKAU KEMBALI
ALANGKAH BESAR LUAS SAMUDERA RAYA
MENCOBA MENGUTARAKAN INDAHNYA DIRIMU
SAYAP-SAYAP MENAUNGI DIRIMU
DENGAN ENGKAU TERJAGA
BAGAIKAN MAHKOTA YANG TERINDAH
Oct 12, 2018
Oct 12, 2018 at 3:24 PM UTC