Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"akulah" poems
Palembang, 25 Desember 2011 Ini aku apa adanya Aku yang berbakat Aku yang multi talenta Aku yang serba bisa Aku yang terbaik Ini benar-benar aku apa adanya Berbakat menyakiti hati orang lain Dengan segenap kata-kata pedas yang ku lontarkan Ini aku apa adanya Multi talenta Juara satu mempermalukan orang lain Juara umum membuat orang lain menjauh Inilah aku! Apa adanya Serba bisa membuat orang lain marah Bisa berbohong Bisa mengejek Bisa sok tahu Bisa segalanya. Aku yang terburuk Akulah yang terbaik Terbaik yang mampu membuat teman-teman ku berpaling Terbaik sebagai bahan omongan sedunia Terbaik menjadi bahan ejekan orang -orang
0
Dec 30, 2011
Dec 30, 2011 at 7:44 AM UTC
Inilah Aku Apa Adanya
bukalah samudra putihmu untuk sepenggal bayangan hitam ini Biarlah ia arungi pusaran ombak dahagamu Bawakan salam duka bahwa aku penuh luka Luka, yang ku balut sepenggal bayangan hitam itu. lukislah doa di pundak bayang hitam Biarpun itu kelam akan ku beri salam Akulah lukamu, di alam bukalah putihmu untuk sepenggal bayang hitam ini...
0
May 6, 2014
May 6, 2014 at 6:02 PM UTC
bayang hitamku
Jakarta, Senin 20 Oktober 2008 Ku terlahir di dunia Untuk hidup dan berusaha Ku kira, aku akan bahagia Namun ternyata tidak Ku berdoa . . . Ya ilahi … akulah dia Yang malas bekerja Yang tak mengejar masa depan Yang hanya duduk dengan lamunan Ku iri dengan gunung dan langit Lirik dengan melodi, hati dengan perasaan Karang dengan laut, angin dengan pohon Dan … kini ku sadari Akulah Manusia Bodoh
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:27 AM UTC
Manusia Bodoh
Orang gila mana yang rela memberi semuanya untuk cinta? Orang gila mana yang rela menangis setiap malam hanya untuk satu wanita? Orang gila mana yang rela menunggu cinta untuk datang kembali dengan perempuan yang sama? Aku tau jawabanya, . . Akulah jawabanya.
0
Oct 21, 2018
Oct 21, 2018 at 9:27 AM UTC
Untitled
Semoga sejauh apapun kau mencari, akulah tempatmu untuk pulang kembali.
0
Jun 29, 2015
Jun 29, 2015 at 9:01 AM UTC
Pulang (10 w)
Pertama kalinya kugenggam tanganmu Satu kembang api dipantik dari ulu hatiku Seribu lainnya menyusul saat jemari kita saling bertaut Menghiasi langit malam dengan pendar menggoda Hitam pekat dibasuh percik api warna-warni Kusaksikan dengan jelas saat kutatap wajahmu lekat-lekat Kala itu tak satupun kata berhasil kita ucapkan Namum dalam hati, tiap detik kulayangkan ribuan doa dan segala mantra : "Tuhan sang empunya dunia ini, hendaklah hentikan waktu sejenak untuk hambamu ini. Atau panjangkanlah malam sebelum mentari terbit nanti. Terima kasih Engkau turunkan bidadari, tepat disebelah hambamu ini". Rambutmu bagaikan ombak musim panas Bergulung-gulung indah harum manis bergairah Namun dadaku layaknya laut dikala badai Gemuruh layaknya seribu ksatria berkuda Inginku berteriak sekencang-kencangnya Gemanya terdengar sampai kampung Ayah-Ibuku Jikalau nun jauh di belahan dunia sana Seseorang berhasil menginjakkan kakinya di bulan Inginku umumkan pada dunia Malam itu akulah manusia pertama yang berhasil menggenggam bulan Akulah pungguk yang melawan seluruh hukum gravitasi Akulah pungguk yang tak lagi merindukan bulan Kalau saja bisa, saat itu juga Ingin kutuliskan berlembar-lembar puisi cinta Ingin kupetik gitar dan bersenandung mesra Karena bisikan lembutmu melantunkan hasrat hidup Tatapan sayumu membiaskan mimpi-mimpiku Senyuman indahmu melukiskan harapan-harapanku Mimpi dan harapan seorang lelaki biasa Menghabiskan hidup dengannya, tuan putriku ratuku, malaikatku, wanitaku yang istimewa
0
Jun 4, 2018
Jun 4, 2018 at 12:31 PM UTC
Kugenggam Tanganmu
Pertama kalinya kugenggam tanganmu Satu kembang api dipantik dari ulu hatiku Seribu lainnya menyusul saat jemari kita saling bertaut Menghiasi langit malam dengan pendar menggoda Hitam pekat dibasuh percik api warna-warni Kusaksikan dengan jelas saat kutatap wajahmu lekat-lekat Kala itu tak satupun kata berhasil kita ucapkan Namum dalam hati, tiap detik kulayangkan ribuan doa dan segala mantra : "Tuhan sang empunya dunia ini, hendaklah hentikan waktu sejenak untuk hambamu ini. Atau panjangkanlah malam sebelum mentari terbit nanti. Terima kasih Engkau turunkan bidadari, tepat disebelah hambamu ini". Rambutmu bagaikan ombak musim panas Bergulung-gulung indah harum manis bergairah Namun dadaku layaknya laut dikala badai Gemuruh layaknya seribu ksatria berkuda Inginku berteriak sekencang-kencangnya Gemanya terdengar sampai kampung Ayah-Ibuku Jikalau nun jauh di belahan dunia sana Seseorang berhasil menginjakkan kakinya di bulan Inginku umumkan pada dunia Malam itu akulah manusia pertama yang berhasil menggenggam bulan Akulah pungguk yang melawan seluruh hukum gravitasi Akulah pungguk yang tak lagi merindukan bulan Kalau saja bisa, saat itu juga Ingin kutuliskan berlembar-lembar puisi cinta Ingin kupetik gitar dan bersenandung mesra Karena bisikan lembutmu melantunkan hasrat hidup Tatapan sayumu membiaskan mimpi-mimpiku Senyuman indahmu melukiskan harapan-harapanku Mimpi dan harapan seorang lelaki biasa Menghabiskan hidup dengannya, tuan putriku ratuku, malaikatku, wanitaku yang istimewa
Continue reading...
30
Marahlah Luapkan amarahmu Pada malam yang menipu Caci maki Pada rangkaian kata Puisi yang menipu Jangan berhenti Karena malam ini kutitipkan hatiku Cabik semaumu Tangisi sepuasmu Jangan berhenti Besok pagi kuambil kembali Biar kupahami Setiap makna kecewamu Biar kumengerti Arti setiap saat wajahmu sembab Sampai nanti kau mengerti Akulah yang pergi dan selalu kembali Karena malam ini kutitipkan hatiku Hanya padamu
0
Dec 1, 2017
Dec 1, 2017 at 2:11 PM UTC
Malam Ini Kutitipkan Hatiku