Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"akrab" poems
waktu tidak serta merta memberi salam maupun pamit ia berjalan saja mengikuti poros dan terkadang aku tak merasanya cepat.. kemarin rasanya aku baru akrab denganmu, setalah kebungkaman yang berbicara menahun aku hanya bisa tertawa, jika aku ingat dulu. kamu dan aku kemudian dibawa waktu untuk saling bicara untuk pertama kali sebenernya aku dipaksa karena aku membutuhkan bantuanmu aku memanfaatmu..agar kita dekat mungkin itulah cara-Nya maaf.. sampailah kita diakhir studi kuliah topi bertali dan jubah sudah mantap kita kenakan tapi dihari itu aku tak melihatmu mauku melihatmu dengan jas hitam dan kemeja merah mudamu yang manis tapi aku senang. semoga kamu gapai maumu selalu dan selamat.. aku masih merepotkanmu hingga detik ini
0
Nov 30, 2018
Nov 30, 2018 at 9:44 AM UTC
Untitled
Bosan dan jenuh Ada saat dimana aku merasa tidak ada seorang pun yang mengerti keadaanku. Ada saat dimana aku ingin hilang. Ada saat dimana aku tidak mengerti aku bernafas untuk apa. Ada saat dimana ketika aku mencapai titik dimana aku tidak memiliki hidup. Aku muak... Kadang aku muak terhadap sekelilingku, muak terhadap orang-orang terdekatku, dan bahkan aku muak terhadap diriku sendiri. Saat aku ataupun mereka tidak sesuai ekspektasiku. Ketika itu sudah mulai merasuk ke pikiran. Kembali, Aku tegaskan kepada pikiran, bahwa aku hidup untuk-NYA. Sering... Pikiran dan rasa muak memakan tujuanku, hingga aku tetap kembali terlunta-lunta dengan kebosanan dan kejenuhan berebut menarik kekanan-kiriku. Memakan rasa syukur dan kasih sayang yang mereka berikan kepadaku. Membuat butiran debu di setiap pikiran untuk tetap hidup. Aku harus bersyukur... HARUS.
0
Mar 21, 2020
Mar 21, 2020 at 11:29 PM UTC
Bosan dan Jenuh Bertemu Akrab