"akar" poems
Hidup dengan segala problematikanya
sejenak senang sejenak tenang
sejenak buram sejenak suram
Matahari bawaku cahaya
Tapi aku kepanasan
Hijab bawaku perlindungan
Tapi aku tertutup
Pohon bawaku udara
Tapi aku tumbangkan untuk wi-fi
Ini baik tapi ini buruk.
Lalu hadir kerutan ditengah keningku
Melengkapi lipatan hitam mata ini
Hasil semua akar-akar pikiran
Bola matapun sekarang berfilter
Kuingat mawar pemberiannya
Gambar persembahan mereka
Seluruh tumpahan merah muda itu
Tapi tetap saja kabut dari belakang datang
Ia bersembunyi hanya tuk muncul kembali
-
-
-
Mengapa begini?
Terlalu banyak tapi
Mengindahkan kebingungan
Terbawa kelelahan
Nov 10, 2014
Nov 10, 2014 at 6:58 AM UTC
***Jika kau tanya siapa aku
Bagaimana harus kujawab?***
*Tiada hari tanpa kukenakan kedok tebal ini
Menebar senyum, canda, berpesta
Aku meraung sambil tertawa
Riasan mata dan bibir dengan berbagai opsi warna
Jangan! Jangan terlalu pucat juga jangan terlalu mencolok
Nanti orang tidak senang
Kau kan harus memuaskan setiap mata
Jangan lupa pasang tameng itu tanggal demi tanggal
Jika tak lalai kalungkan secercah pamor dan aga
Bagaimana jika terlalu pucat?
Ah ya orang tidak suka
Cakap nista kan menghardik
Memekik
Menghamun
Siapa monyet abu kucam menjijikkan didepanku?
Namun jika terlalu mencolok
Jua hinaan berkunjung ada
Biar ku beritahu
Mereka tak suka kau lebih darinya
Aku benci dunia
Aku berantakan
Kecurian
Namaku hilang dimakan cacian
Bagaikan karang tertutup berjebah rumput lautan
Aku mahkota yang hilang
Ah! Omong kosong semua!
Enyah kau kepala cemar
Umbi harus kembali didekat akar
Aku berkenan rujuk atas jasadku
Biar aku melalak tinggal abu
Aku enggan gemang
Aku punya Sembilan nyawa
Jika kau tanya siapa aku
Aku namaku
Jangan berani-berani hina nama itu!
Marcapada boleh berlimpah belang dan muka dua
Aku jijik serupa dengan dunia*
May 11, 2016
May 11, 2016 at 8:54 AM UTC
Palembang, 7 Mei 2012
Gambaran indah wajahmu selalu terlukis di awan hidupku
Angin pun selalu membawa suaramu di melodiku
Lonceng bersuara merdu tak semerdu suaramu di benakku
Musim selalu berganti namun kau tak terganti
Akar ini bersarang di hatiku
Namanya pasti kau tahu, akar cintaku
Fatamorgana tak bisa ku temukan di sini
Rupamu tertinggal untuk ku nanti
Embun telah membangun sarangnya di hidup ini
Di dalam palung jiwa ini
Engkau fatamorgana ku
Riwayat hidupku
Indahmu, adalah
Cintaku
Kecintaanku akan kamu
Fase cintaku
Energi mutakhir yang diciptakan darimu
Rasa sakit selalu
Genangan air mata melulu
Ucapanku dulu
Setelah ku memberimu itu
Otakku mati, lidahku kelu
Nisanku, tak perlu kau tahu
May 19, 2012
May 19, 2012 at 8:56 AM UTC
seluruh hidup, kau akan berdengung menyanyikan lagu selamat tidur ke telinga ini,
dan di tempat tidur mati ini akan menjadi semua saksi..
suatu hari ku kan memuat sebuah memoar di dalam genggaman tanganmu..diiringi sebuah melodi terputus-putus dan bergetar..
mereka menemukan cinta dan ketenangan seperti mereka belum pernah mengenalnya..seperti sebuah daging yang diangkat dari sinar matahari
mereka menemukan cinta dan ketenangan seperti mereka belum pernah mengenalnya..dan tulisan berakhir tanpa sebuah resolusi..sebuah revolusi
sebuah kesudahan perlahan, meleleh, melebur melalui ruang dan waktu ke dalam diri lagi..kebutuhan sebuah realita akan menjadi hampa..
mereka berteriak kepada kehampaan “oh wahai kosmos, oh cahaya suci!”..
ia akhirnya belajar dari sebuah bayangan tidak hanya pada kegelapan
dan kepada mereka yang tidak percaya pada sebuah proses, kelak akan menjadi akar yang busuk di dalam sebuah kandungan.
Mar 29, 2012
Mar 29, 2012 at 10:47 AM UTC
Haq Meri mohabbat ka Ada kyun nahi karti
Tum dard to deti ** dawa kyun nahi karti
Kyun baithi ** is terha khamosh mere paas akar
Tum mere Marne ki Dua kyun nahi karti
Pholon ki terha **** hay pathar ki terha Dil
Jaane tum mujhse Wafa kyun nahi karti
Aankhon ki adaalat se Bari Kar tou Diya hay
Zulfon se Meri jaan reha kyun nahi karti !??
Dec 11, 2017
Dec 11, 2017 at 11:59 AM UTC
Sessizlik kovulur; bir yıldırım duyar yağmur,
Cennetten ince inciler gibi akar yağmur.
Aleme mal ile mülk sormadan ikram eder,
Birden gelir, birden verir, birden kaçar yağmur.
Beni terk ederse güneş ya terk ederse ay,
Hüzünlü yalnızlıkta beni kucaklar yağmur.
Semaların ahları sessiz sessiz duyarım,
Hüzün, bereket dünya içine katar yağmur.
Görmez açık elin renkleri ya işleri,
Güle kör, dikene kör; zira kör ağlar yağmur.
Efendi dervişe, namusuz katile verir,
Bilmez bir dindar ya bilmez bir günahkar yağmur.
Allahın Rahmeti sır gibi duyulmaz bazen,
Sessiz şakır şakır, ıslak ıslak akar yağmur.
El açık Rahmet Deryası semada bulunur,
Mis Gül Efendisi gibi Rahmet saçar yağmur.
Dec 2, 2016
Dec 2, 2016 at 2:59 PM UTC
Kemana semalam kalau siangmu penuh peluh?
Peraduan mana yang kau singgah kala menunggu Tuhan membalas?
Sang racun dunia
Sang peracau jiwa
Sang penggoyah iman mereka bilang
Kendara motor dini hari
Pergi dengan siapa ia mau
Karena akan terlalu bodoh memikirkan rangkanya
Diamlah kalau kau belum tahu rumahnya
Diamlah kalau tak tahu mana zakar mana akar
Urusanmu selalu tak kalah sepele dari pada urusan Si Jalang
Oct 11, 2017
Oct 11, 2017 at 12:09 PM UTC
cangıldan
akar nehire su
saplanır budak
ıslak dudaklarına
sabahın
uykusunda yay
kemansız dans
doyumsuz iki şavk...
Mar 1, 2019
Mar 1, 2019 at 8:49 PM UTC