Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
#perjuangan
Apa yang terjadi ketika minyak tanah bertemu api? Kebakaran. Itulah yang terjadi pada kami Saling menghabisi sampai terlalu sering. Tapi terkutuklah! Tiada habis-habisnya sumber daya kami, mungkin baru habis kala reyot nanti!/ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Saat-saat kami melebur menghasilkan bunga api yang berkobaran— saling mengadu tinggi lidah api, hingga disembur air mata dari mulut sang jawara, itu lebih berharga dalam sarekat ini dibandingkan bercokol bagai sahaya di kelas./ Sungguh absurd. Sepertinya kami harus jauh-jauh dari lahan gambut, biar tak ada lagi karhutla bersengkarut. Sebab Lautan pun membara dekat-dekat kami./ Tapi Jangan serius-serius betul lah Kami lucu benar, percayalah. Kami lebih suka berkelakar, daripada diciduk karena jadi makar. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ #ReformasiDikorupsi
0
Sep 27, 2019
Sep 27, 2019 at 9:23 PM UTC
#ReformasiDikorupsi
Lihat.. Kamu hanya berdiri seorang sendiri Tak takut dan tetap berani Bahkan api merah itupun melelehkanmu Angin menyentuhmu dengan lembut Tapi itu akan membunuhmu Namun kau masih bahagia Kau menerimanya dengan senang hati memutuskan dengan percaya dirimu Memberikan cahaya di tempat yang gelap dan dingin Kamu rela dibakar habis Meskipun kamu sudah tahu bahwa kamu .. Tidak akan mendapatkan apapun, mungkin hanya sakit yang kau dapat Bahkan kamu tau akan dilupakan dan lenyap Tapi ini adalah pilihanmu Ingin tetap diam atau bertindak Memberikan cahaya ajaib pada kegelapan ..
0
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 12:05 PM UTC
sebuah lilin
izinkan  saja angin bertiup dan kamu jatuh tak mengapa jika rintik rintik hujan membuatmu begitu basah karena bumi tetap memelukmu
0
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 11:39 AM UTC
daun
Aku terlalu kecil Sekecil titik di atas kertas kusut Aku hanyalah satu dari ribuan bahkan tak terlihat Terlindung dalam cangkang sempit dan tipis Bersembunyi di balik daun yang mulai berubah warna Rumah pertamaku akhirnya aku terlahir sebagai sesuatu yang aneh Aku si buruk rupa Tubuhku dipenuhi bulu Merangkak lemah menyusuri ranting Menggerogoti daun disekitar membuatnya berlubang melarikan diri dari burung Bergulat dengan semut rangrang Membuat saya jatuh ke tanah Hingga buluku rontok berserakan Hanya cacing yang menyapa Mereka membenci saya sangat Aku bisa terbunuh, tidak semuanya menerimaku sampai aku terjebak dalam dimensi lain Aku si  ulatbulu kesepian yang bersembunyi Bertapa di dalam kantung usang yang kecil Mencoba untuk membunuh waktu Berjuang dalam kegelapan untuk mencapai keindahan Sudah cukup persinggahanku Mengarungi kerasnya penantian panjang yang membelenggu Aku terlahir kembali menjadi berbeda dan mereka menyukaiku kebahagiaan berlimpah tiba terbang tanpa batas dengan kedua sayap yang cantik pergi ketempat yang indah yang kumau
0
Sep 16, 2016
Sep 16, 2016 at 10:23 PM UTC
Metamorfosa