Submit your work, meet writers and drop the ads. Become a member
May 2016
Dengarkan ketika kau merasa takut,
akan semua ketulian,
Gosip dan kata-kata tak bermakna,    
Semua berita peperangan
Maupun musik tanpa nada.
Telingamu seharusnya takut.

Lihatlah ketika kau merasa takut,
akan semua kebutaan,
Kebajikan yang munafik,
Imajinasi yang berlebihan
Terlebih jika kau tampik
Matamu selayaknya takut.

Ucapkan ketika kau merasa takut,
akan semua puisi dan syair,
Mantra yang mereka panjatkan,    
pada setan dimana mereka lahir
Semua bisu yang kau nyanyikan
Bibirmu seharusnya takut.

Cintai ketika kau merasa takut    
akan semua iba dan nestapa,
Mabuk dengan segelas kasih,
Mereka yang bertelanjang jiwa
Sehingga matipun tertatih
Hatimu selayaknya takut

Pikirlah ketika kau merasa takut
akan semua yang dungu,
dimana nuklir-nuklir itu mereka sesap,
dan kebijaksanaan para ***** dituju
Ketika para pendeta tergagap.
Otakmu seharusnya takut

Rasalah ketika kau merasa takut
akan semuanya yang berbentuk,
menyerupakan tawa dengan doa,
Yang menyayat hiruk pikuk
Derap dan tangis yang fana
Dirimu selayaknya takut
                                                                          
Maka biarkan aku berani
Karena kau hidup, dan aku tak punya diri.
Hiatus until the end of my fatigue.
Diska Kurniawan
Written by
Diska Kurniawan  Indonesia
(Indonesia)   
1.6k
 
Please log in to view and add comments on poems