Submit your work, meet writers and drop the ads. Become a member
Apr 2016
dari jiwanya
mengalir darah tembaga;
kelas tigaβ€”
karena ia tak pernah
meraih posisi utama.
air mata jatuh
dan menggema,
isi kekosongan
yang selalu ada:
banjir kesunyian,
ribuan tetes tangis
di bawah cahaya rembulan
sembunyi di antara
lipatan selimut.

banting tulang,
buang waktu.
banting diri dalam sesal,
buang kebahagiaan.
hanya tembaga yang
mendefinisikan diri;
hati terbalut emas begitu
berharga,
medali tembaga dalam genggam
dan tak pernah cukupβ€”
tak pernah cukup.
based on a character, been a while since i last wrote indonesian poetry! first time doing indonesian poetry in this style though. and in this site.
alex
Written by
alex  18
(18)   
1.7k
 
Please log in to view and add comments on poems