Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
Semusim ini ku jalani dengan bebas Hingga suatu hari di musim berikutnya aku tersesat Menanggung sakitnya duri kehidupan akibat perbuatanku sendiri Di saat begitu siapa yang ada bersamaku di jalanan sepi? Kalian bisa lihat sendiri betapa kehilangannya diriku Kehilangan akal sehatku Kalian tidak mengerti, kalian tidak mau mengerti Aku memang terlalu rumit Musim ini aku ditemani sepi Melanglang buana sendiri Mencoba tuk temukan ketenangan yang pernah aku miliki Aku duduk lama di tepi sungai dan menatap ke air seraya lirih Menggoyangkan kaki-kakiku yg beralas sepatu usang Merasakan angin sore menusuk hingga ke telapak kaki Aku menunggu mentari jatuh di ufuk barat Kemudian pulang berjalan kaki berharap pamrih Hari ini aku masih sendiri Musim masih lama berakhir
0
Nov 20, 2013
Nov 20, 2013 at 8:12 AM UTC
Musim Ini
Semusim ini ku jalani dengan bebas Hingga suatu hari di musim berikutnya aku tersesat Menanggung sakitnya duri kehidupan akibat perbuatanku sendiri Di saat begitu siapa yang ada bersamaku di jalanan sepi? Kalian bisa lihat sendiri betapa kehilangannya diriku Kehilangan akal sehatku Kalian tidak mengerti, kalian tidak mau mengerti Aku memang terlalu rumit Musim ini aku ditemani sepi Melanglang buana sendiri Mencoba tuk temukan ketenangan yang pernah aku miliki Aku duduk lama di tepi sungai dan menatap ke air seraya lirih Menggoyangkan kaki-kakiku yg beralas sepatu usang Merasakan angin sore menusuk hingga ke telapak kaki Aku menunggu mentari jatuh di ufuk barat Kemudian pulang berjalan kaki berharap pamrih Hari ini aku masih sendiri Musim masih lama berakhir
erikahandoko
Written by
Indonesian
Nov 20, 2013
Nov 20, 2013 at 8:12 AM UTC
Request permission to use this poem