Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
Kebanyakan orang tinggal bersamanya, saya tidak. Seperti bisa memasak, tapi tidak terlalu pandai seperti Ibu. Selalu lebih, kadang lebih asin, kadang lebih hambar. Pernah saya membencinya, sebelum saya tau isi hatinya. Memaafkan adalah hal yang sangat luar biasa, entah ada mantra apa di dalamnya, namun setelah itu saya merasa sangat tenang. Dia bilang bahwa saya mirip dengan seseorang. Katanya, dia persis seperti saya saat kecil, rambut tipis agak ikal, hidung, bibir dan matanya, katanya persis seperti saya. Saya menangis, entah sedih, sakit, senang, atau haru. Saya tidak pernah diajarkan untuk membenci seseorang, sekalipun yang sudah menghancurkan saya. Sudah saya bilang, bahwa ada mantra ajaib dibalik kata maaf. Bisa saja saya membencinya, namun saya tidak memilih hal itu. Bukan hanya saya yang terluka, dia juga lebur.
0
Jun 1, 2019
Jun 1, 2019 at 5:28 PM UTC
Hal yang baik
Kebanyakan orang tinggal bersamanya, saya tidak. Seperti bisa memasak, tapi tidak terlalu pandai seperti Ibu. Selalu lebih, kadang lebih asin, kadang lebih hambar. Pernah saya membencinya, sebelum saya tau isi hatinya. Memaafkan adalah hal yang sangat luar biasa, entah ada mantra apa di dalamnya, namun setelah itu saya merasa sangat tenang. Dia bilang bahwa saya mirip dengan seseorang. Katanya, dia persis seperti saya saat kecil, rambut tipis agak ikal, hidung, bibir dan matanya, katanya persis seperti saya. Saya menangis, entah sedih, sakit, senang, atau haru. Saya tidak pernah diajarkan untuk membenci seseorang, sekalipun yang sudah menghancurkan saya. Sudah saya bilang, bahwa ada mantra ajaib dibalik kata maaf. Bisa saja saya membencinya, namun saya tidak memilih hal itu. Bukan hanya saya yang terluka, dia juga lebur.
Beellayu
Written by
21/F/ID
Jun 1, 2019
Jun 1, 2019 at 5:28 PM UTC
Request permission to use this poem