Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
lampu lampau telah mati. dicekik bahasa-bahasa cinta yang menguar dari mulutmu. ruang penuh raung itu maka padam. aku diselimuti hangat tenang dan bara senang. lihat, setelah punggung yang kauberi kemarin, kembang-kembang api kini tak mau meledak di langit. pucuknya selalu pecah sebagai kesunyian di kepalaku. kanya, 2017
0
Aug 5, 2017
Aug 5, 2017 at 12:49 PM UTC
kembang api
lampu lampau telah mati. dicekik bahasa-bahasa cinta yang menguar dari mulutmu. ruang penuh raung itu maka padam. aku diselimuti hangat tenang dan bara senang. lihat, setelah punggung yang kauberi kemarin, kembang-kembang api kini tak mau meledak di langit. pucuknya selalu pecah sebagai kesunyian di kepalaku. kanya, 2017
Written by
Kota Metropolitan
Aug 5, 2017
Aug 5, 2017 at 12:49 PM UTC
Request permission to use this poem