Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Createย freeย account
Aku ingin menulis puisi untuk pacarku. Tapi penaku mati. Tintaku tidak cukup untuk kata-kata rasa. Jadi aku mulai mengisi penaku dengan air mata. Kutulis rasa dengan huruf tanpa warna. Tapi kau tidak bisa membaca. Kau tidak pernah bisa membaca, sayang. Antara warnaku redup, atau matamu yang memilih buta. Namun, aku terus menulis kata. Belum cukup juga. Sebelum patah, Kuputuskan ganti tinta. Mungkin dengan darah.
0
May 9, 2019
May 9, 2019 at 3:00 AM UTC
Menulis untuk Kekasih yang Buta
Aku ingin menulis puisi untuk pacarku. Tapi penaku mati. Tintaku tidak cukup untuk kata-kata rasa. Jadi aku mulai mengisi penaku dengan air mata. Kutulis rasa dengan huruf tanpa warna. Tapi kau tidak bisa membaca. Kau tidak pernah bisa membaca, sayang. Antara warnaku redup, atau matamu yang memilih buta. Namun, aku terus menulis kata. Belum cukup juga. Sebelum patah, Kuputuskan ganti tinta. Mungkin dengan darah.
Grabrielle
Written by
22/F/Indonesia
May 9, 2019
May 9, 2019 at 3:00 AM UTC
Request permission to use this poem