Submit your work, meet writers and drop the ads. Become a member
 
Jamil Massa Aug 2017
As an answer of pray
You imagining me
And the open hand is this city
Overgrown with chaos, silence,
You, and similar complexity.

I have to fall, somewhere
Because this thin cable will finished over.
Tired of bearing the burden on my body.
Tired of bearing conversations
Which often ends with confession
And uncertainty.

Lamentations that fill the air
Will not take me anywhere
The sky is gloomy, the city
Knowing sorrow much better than before.

I must fall, my love.
I won't fall anywhere but to you.

But I couldn't finding you.
(The original version - Indonesian)

Keseimbangan

Kau bayangkan aku
sebagai jawaban atas doa
dan kota ini adalah tangan terbuka
yang ditumbuhi kekacauan, kebisuan,
kau, dan kerumitan sejenisnya.

Aku harus jatuh, di suatu tempat
sebab kabel tipis ini akan putus.
lelah menanggung beban di tubuhku.
lelah mengalirkan percakapan
yang kerap diakhiri pengakuan
dan kegamangan.

Ratapan yang mengisi udara
tak bakal membawaku ke mana-mana
langit mendung dan kota ini akhirnya
mengenal duka jauh lebih baik dari sebelumnya.

Aku harus jatuh, Sayangku.
Aku tak ingin jatuh selain kepadamu.

Tapi, aku tak juga menemukanmu.
Jamil Massa Aug 2017
We sat side by side that evening
:a pair of lost children
before the menu list of dining.

Looks like I'm the only one
who can hear your heart throb
looks like you're the only one
who isn't bothered by ugly music
in that tea shop.

From where does this nervous start?

Eight kilometers ago a greedy fate
swallowed all holidays
and postponed journey of prayer,
delaying your arrival in the reach
of my helpless desire.

Though you finally arrived
and we sat side by side
all evening, the cracking
weather at the end of the year
did not stop sending a signal
to the trembling cup of tea in
my hand.

The conversation is like a wraith,
because words already we keep
in faith.

And in the arch of your cheeks,
twilight becomes innocent
Like a single little sin
that slowly being forgiven.
(The original version - Indonesian)

Dari Mana Kegugugupan Bermula?

Kita duduk bersisian sepanjang sore itu
:sepasang anak hilang yang gugup di hadapan daftar menu.

Sepertinya cuma aku yang bisa
mendengar debar jantungmu. Sepertinya cuma kau yang tak terganggu musik jelek di kafe itu.

Dari mana kegugupan ini bermula?

Delapan kilometer lalu nasib yang rakus
menelan semua hari libur dan menunda
perjalanan doa-doa. Menunda
ketibaanmu di jangkauan lenganku
yang tak berdaya.

Meski akhirnya kau tiba dan kita duduk bersisian sepanjang sore itu, cuaca yang retak di penghujung tahun tak juga berhenti mengirim isyarat kepada secangkir teh yang gemetar di tanganku.

Percakapan ini alangkah sunyi, sebab kata
kata telah terlanjur kita imani.

Dan di lengkung pipimu,
senja menjadi murni
seperti dosa kecil
yang sedang diampuni.
Jamil Massa Aug 2017
My head is a bay. The memory of you like the waves that swarm when the wind switches and the whistle of the ship is sounded. The longitude lines fall on a map, the navigation is helpless when I'm bowed in the presence of your eyes. That eyes which was made from the rainy season.

Your ships contain anxiety, vulnerable content, whereas love is a minor deviation from a cruise line. I am the dock for you. Anchored and wake the seagulls. For a long time no one leaned, or just reminded that the sea is not always blue.

Anchored and wake me up. Because your whisper is more patient than the air that hit the masts. Your presence is the reason why light is never lost at the top of the lighthouse.

Anchored and wake me up. Because the best morning is when my longing is covered with your eyelashes, my sleep is overgrown with black dots that hold your lip line, my vanish is ****** in a trough hidden behind your soul.

Wake me, with the most desolate shaking you have.
(The original version - Indonesian)

Amy, 2

Kepalaku adalah teluk, ingatan tentangmu bak ombak yang meriap saat angin beralih dan peluit kapal dibunyikan. Garis-garis bujur gugur pada selembar peta, navigasi tak berdaya tatkala aku tertunduk di hadapan matamu yang terbuat dari musim hujan.

Kapal-kapalmu berisi kecemasan, muatan yang rentan, padahal cinta adalah penyimpangan kecil dari sebuah jalur pelayaran. Aku adalah dermaga untukmu. Menepilah dan bangunkan burung-burung camar itu. Sudah lama tak ada yang bersandar, atau sekadar mengingatkan kalau laut tak selamanya biru.

Menepilah dan bangunkan aku. Sebab bisikanmu lebih sabar dari udara yang membentur tiang-tiang layar. Kehadiranmu adalah alasan mengapa cahaya tak pernah hilang di puncak mercusuar.

Menepilah dan bangunkan aku. Sebab pagi terbaik adalah ketika rinduku dijatuhi bulu matamu, tidurku ditumbuhi titik hitam yang menahan garis bibirmu, lenyapku adalah tersesap dalam palung yang sembunyi di balik jiwamu.

Bangunkan aku, dengan gemetar paling sunyi yang kau punya.
Jamil Massa Aug 2017
Please
Pick up my call
For the sky will fall
And the last thing I want to hear
Is your soul.
(Original version - Indonesian)

Nada Sambung

Tolong
angkat teleponku
sebab langit akan runtuh
dan suara terakhir yang ingin kudengar
adalah suaramu.
Jamil Massa Aug 2017
Oh anyone, shout loudly in my mind
Because these waves are around
And the time machine is this town.

Neigh of horses, the gambus melodies
Each other competing their memories
Cacao, copra and cloves scent, who will arrived first at the commoner tiredness end?

The wooden ship had left the dock
While the farewell is like a rainbow
That turned away from deserted land
and rock and hollow.

The sky is half frozen
The bay breeze screamed
On lightning and lighthouse
But this town is still and tough
To chanting prayers
for the strangers
So that they can healed from conflicts, From politics and any love story
which made of ****** and melancholy.
(The original version - Indonesian)

Berteriaklah Sekerasnya

Wahai kau, berteriaklah
sekerasnya dalam kepalaku
sebab ombak begini amuk
dan kota ini sesungguhnya
mesin waktu.

Ringkikan kuda, petikan gambus,
pengepul kakao, cengkih
dan kopra saling berlomba
kenangan siapa yang tiba lebih dulu
di penghujung rasa lelah perantau jelata.

Kapal kayu itu telah meninggalkan dermaga
sementara perpisahan adalah pupus pelangi
yang berpaling dari pulau-pulau sepi.

Langit separuh beku
angin teluk menjerit
pada petir dan mercusuar
namun kota yang tabah ini masih betah
merapalkan doa-doa
agar orang-orang asing
segera disembuhkan.
Dari sengketa, dari politik,
dari kisah cinta yang pelik.
Jamil Massa Aug 2017
Me and the drizzle
Are two different things
Who loves every strand of your hair.

Me and the moon
Are two different things
Who hopes to fall in the pool of your eyes.

Me and the air shiver
Are two different things
Who wants to marry all your embrace.
Dua Hal Berbeda

Aku dan gerimis
adalah dua hal berbeda
yang mencintai setiap helai rambutmu.

Aku dan rembulan
adalah dua hal berbeda
yang berharap terjatuh dalam kolam matamu.

Aku dan gigil udara
adalah dua hal berbeda
yang ingin menikahi segenap dekapmu.

— The End —