Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
peachya
peachya
24/F/Bandung, Indonesia amateur writer
Not many words are said, yet something stays within the silence A presence like the evening breeze. Unseen, but felt. There are moments when curiosity slips in uninvited. But not everything needs to be explained. Some things are meant to be understood, slowly.
0
Jul 29, 2025
Jul 29, 2025 at 4:26 AM UTC
Unspoken—
I know your voice, not just how it sounds, but how it lingers when everything else goes quiet. We shared no footsteps in the same place, but for a moment, you filled a silence I didn’t know I was carrying. There were words I never said, questions I never dared to ask. Too many pauses, too many things left unfinished. I tried more than I ever said. But the silence grew heavier, and I stopped fighting for something that never seemed to reach back. This feeling… it was never loud. Just honest. Just quiet. Just mine. And maybe that’s where it ends.
0
Jul 28, 2025
Jul 28, 2025 at 11:01 PM UTC
Almost.
Apabila kau merindukanku, ingatlah aku dalam senja yang perlahan tenggelam. Sebab kau tahu, aku selalu jatuh cinta pada langit yang berpamitan. Apabila kau merindukanku, ingatlah aku dalam debur ombak yang tak henti menyapa pantai. Karena kau tahu, aku akan selalu kembali ke tepian itu. Meski hanya dalam ingatan.
0
May 29, 2025
May 29, 2025 at 6:56 AM UTC
Rindu?
Jika aku berani lagi, biarlah langkah ini menuju tempat yang tenang. Bukan ruang yang penuh tanya, bukan jalan yang samar arahnya. Jika aku berani lagi, biarlah hati ini dipeluk dengan sungguh. Bukan sekadar disentuh, lalu dibiarkan rapuh. Bukan sekadar disapa, lalu dilupakan. Jika aku berani lagi, semoga hatiku tidak jadi sekadar persinggahan. Tidak lagi menjadi perahu yang karam, di laut yang tak pernah berniat menenangkannya. Jika aku berani lagi, semoga bukan untuk luka yang sama. Semoga kali ini, hatiku tidak salah arah.
0
Mar 15, 2025
Mar 15, 2025 at 5:46 AM UTC
Jika
Ada yang dipanggil rumah, tapi tak pernah benar-benar menunggu. Ada yang terlihat hangat, tapi selalu terasa sendu. Langkahku pernah menuju ke sana, dengan hati yang penuh harap. Tapi pintunya tak pernah benar-benar terbuka, hanya sekadar celah, cukup untuk masuk, tapi tak untuk tinggal. Aku pernah menunggu di ambangnya, bertanya dalam diam, menunggu kepastian yang tak pernah bernyawa. Kini aku paham, tak semua yang nyaman bisa menjadi pulang. Tak semua yang dekat bisa menjadi tempat menetap. Dan tak semua yang dicintai, bisa mencintai dengan cara yang sama.
0
Mar 15, 2025
Mar 15, 2025 at 5:35 AM UTC
C E L A H
Kala itu diriku terasa letih Coba tuk berlari walau tertatih Rasa ragu menyelimuti diri Apa mampu tegak berdiri? Kini aku sedang berjuang Melewati jalan yang berlubang Meski sulit mengejar peluang Ku yakin akan benderang
0
Mar 16, 2023
Mar 16, 2023 at 4:35 PM UTC
Petualang
Seolah langit mendengar sebuah sendu Turun membasahi tiada ragu Tak sadar air itu turut membaur Lekas ku usap tanpa ada yang tahu
0
Nov 18, 2022
Nov 18, 2022 at 5:22 AM UTC
Sendu
Dia jauh, tetapi dia menciptakan kedekatan Dia sulit untuk dimengerti, tetapi dia mampu memahamiku Dia terlihat dingin, tetapi dia memberikan kehangatan Dia bukan yang pertama, tetapi aku harap dia yang terakhir.
0
Oct 8, 2022
Oct 8, 2022 at 1:37 PM UTC
Dia
Malam ini aku teringat akan dirimu Sosok yg selalu aku rindukan Semasa dulu hingga saat itu Sebelum diriku berubah. Kini kita menjauh Aku tak tahu apa yg membuat kita jauh Aku pun tak mengerti Mengapa engkau begitu dingin Tak bisakah engkau sedikit menengok ku? Atau kembali menyapa diriku seperti sebelumnya?
0
Jul 20, 2019
Jul 20, 2019 at 11:28 AM UTC
Tak bisakah?