Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
galih_nihil
Dibawah hujan kamu berdiri memandangi cahaya langit yang mulai berjatuhan memudar harapan dan kenangan mulai hilang ditelan waktu yg tidak pernah berakhir tangisanmu terefleksi diatas genangan dengan kilauan dan tertiup angin mereka semua yang memiliki keterbatasan mempunyai hati seperti bintang-bintang sangat luas dan dalam setiap cahayanya memiliki cerita ketika hatimu memiliki keraguan kamu memandangi langit mengharapkan sebuah keajaiban dan melemparkan pertanyaan : "jika setiap hal akan memudar, apakah kita harus menyimpan semua itu sebagai kenangan?" "jika satu keajaiban terjadi, apakah kita bisa memilikinya selamanya?" "waktu memang harus berjalan, tapi apakah kita sedang berada di jalan yg memiliki arti?"
0
Mar 9, 2020
Mar 9, 2020 at 9:32 AM UTC
Harapan, Kenangan...
Niat menyatakan perasaan malah demam duluan.. Terluka duluan sebelum menyatakan.. aku memang lemah dalam urusan perasaan juga dalam segala hal tidak punya kekuatan untuk menggapai impian tidak punya tujuan untuk menentukan jalan aku memang lemah jadi cuma bisa berangan-angan Tidak punya seorang pun untuk dicintai Tidak punya satu teman pun untuk disayangi ku hanya punya bayanganku sendiri yang mengikuti kemanapun aku pergi Aku... hanya jiwa yang sepi
0
Mar 5, 2020
Mar 5, 2020 at 9:20 AM UTC
Aku yang Lemah
seperti biasa.. suatu rutinitas yang kupikir tidak akan berubah hari kemarin, sekarang, ataupun esok aku melihat mu duduk di kursi yg sama di samping jendela yang sama lelah, tertidur lalu terbangun lalu bersandar dan menatap langit luar menantikan sebuah perhentian tapi hari ini kamu berbeda aku menangkapmu melirik padaku lalu membuangnya kearah yg lain tersipu malu.. dibalik rambutmu kamu menyembunyikan senyummu aku pun mulai menerka-nerka sesuatu yang kupikir tidak biasa bertanya dalam hati "kamu ini kenapa?" ya. kita memang selalu bersama namun tidak pernah bercengkrama "apakah ini saatnya kita untuk saling mencairkan suasana?"
0
Feb 28, 2020
Feb 28, 2020 at 6:24 PM UTC
Tanpa Judul
ketika itu langit tidak begitu cerah hanya ada awan kehitaman aku tak mau memperhatikan orang-orang kecuali seseorang, yg berambut lurus, bermata kecil, pakaian berwarna melankolis dgn tangan memegang kuas yang sibuk menari di atas canvas sesekali matanya terpejam seakan sedang berimajinasi ingin mewarnai langit kala itu menjadi lebih berwarna menambahkan pelangi dan aura langit pagi ingin dunia yang diimpikanya itu terjadi sementara aku.. terus memperhatikannya pikiranku terbawa arus olehnya dia dgn dunianya sendiri dan aku pun... mulai merasa ingin menjadi bagian dari dirinya
0
Feb 28, 2020
Feb 28, 2020 at 6:12 PM UTC
Seseorang