Datang, tanpa diundang kamar hati
Syahmi Imran
Syahmi Imran
Nov 16, 2013

Pernahkah engkau
Merasa sesuatu yang amat halus
Menusuk, merasuk, ke rona diri
Melalui akar-akar seni urat sendiri

Dengan jiwa melambai mari
Bersama darah yang mengalir sepi

Pernahkah engkau
Merasa sesuatu yang amat kudus
Datang, tanpa diundang kamar hati
Bagai mentari terbit pagi

Bertepikan resah diikat arah
Berlandaskan kawah nafsu serakah

Pernahkah engkau
Merasa neraka dalam arus mimpi
Diperhati mata dan benak berhaluan kiri
Umpama fatamorgana di padang pasir

Dipulaui dosa berbelah angan-angan
Dihantui bangsa, waktu, dan zaman

Oleh lampu kecil di sudut kamar;
Saman
Apr 8, 2011

Payudaramu
Masih menatapku dengan murung
Entah sudah berapa lama kupegang
Mungkin ratusan ribu kali.

Temaram yang dibentang
Oleh lampu kecil di sudut kamar;
Ranjang yang bermain melodi sendu
Poster kusam mimpi hari depan
Dan radio tua yang tak henti-henti
Menabuh genderang yang telah hilang
Semangat.

Ah, siluetmu
Yang bergoyang-goyang di tiup
Angin asmara.

Aku mencintaimu malam ini
Lebih dari apapun,
Bilang pada bulan
Jangan berhenti bersinar
Dan taburilah wajahnya
Banyak-banyak cahaya bintang.

Aku mencintaimu malam ini
Lebih dari apapun, sampai pintu bilik di ketuk.

(Batam, 17 Mei 09)

 
To comment on this poem, please log in or create a free account
Log in or register to comment